Bekasi – Arus keluar kendaraan dari wilayah Jabotabek meningkat pada periode libur Isra Mikraj 2026. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 344.210 kendaraan meninggalkan Jabotabek dalam periode H-1 hingga Hari H (15 Januari pukul 06.00–17 Januari pukul 06.00 WIB).
Angka tersebut naik 10,3 persen dibandingkan kondisi hari normal sebesar 312.173 kendaraan.
Data tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang melintas di empat gerbang tol utama: Cikupa (Merak), Ciawi (Puncak), Cikampek Utama (Trans Jawa), dan Kalihurip Utama (Bandung).
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyebut Jasa Marga mengoptimalkan kesiapan operasional selama periode libur keagamaan.
Pada Jumat, anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Transjawa Tol, memberlakukan rekayasa contraflow di Tol Jakarta–Cikampek atas diskresi aparat kepolisian untuk meredam penumpukan kendaraan di koridor timur.
“Kami melakukan pemantauan dan pengendalian lalu lintas secara intensif di seluruh ruas tol Jasa Marga Group,” kata Rivan. Selain aspek operasional, ia menekankan penggunaan platform Travoy sebagai alat bantu perencanaan perjalanan.
Menurutnya, dinamika mobilitas masyarakat pada periode libur tidak hanya menuntut kesiapan fisik jalan tol, melainkan juga teknologi informasi yang memadai agar pengguna mampu menghitung waktu tempuh, titik padat, hingga biaya perjalanan.
Travoy sebagai Kanal Data Mobilitas
Melalui aplikasi Travoy, pengguna dapat mengakses CCTV real time, informasi traffic update, fitur Toll Fee, Digital Receipt, serta layanan derek Towing. Jasa Marga juga memperkenalkan teknologi Travoy Go, solusi pembayaran non-stop berbasis RFID, serta Travoy Pay untuk keperluan multibiller.
Rivan menyebut aplikasi tersebut didesain sebagai “asisten digital perjalanan” sehingga pengambilan keputusan dilakukan sebelum kendaraan memasuki tol.
Dominasi Arah Timur
Distribusi lalu lintas menuju tiga koridor utama menunjukkan mayoritas kendaraan mengarah ke timur atau jaringan Trans Jawa dan Bandung.
Koridor timur mencatat 161.546 kendaraan atau 46,9 persen dari total arus keluar. Angka tersebut naik 22,5 persen dari kondisi normal. Rinciannya:
- Cikampek Utama (Trans Jawa) : 74.442 kendaraan (+15,7%)
- Kalihurip Utama (Bandung) : 87.104 kendaraan (+29,1%)
Sebaliknya, arus ke barat melalui Cikupa (Merak) justru turun 5,7 persen menjadi 97.105 kendaraan atau 28,2 persen dari total. Adapun arus ke selatan melalui Ciawi (Puncak) meningkat 10,6 persen menjadi 85.559 kendaraan.
Dalam beberapa tahun terakhir, koridor timur semakin mendominasi lantaran jaringan Trans Jawa memperpanjang jangkauan destinasi wisata dan hunian hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Faktor Cuaca dan Keselamatan
Pada periode ini, Jasa Marga juga mengaitkan keselamatan berkendara dengan faktor meteorologi. BMKG memprediksi curah hujan menengah hingga tinggi di berbagai wilayah pada Januari–Februari 2026 yang dapat mengurangi jarak pandang dan memperbesar risiko kecelakaan, terutama pada kecepatan tinggi.
“Selain merencanakan perjalanan dengan baik, kami mengimbau pengguna untuk berhati-hati, terutama saat hujan,” ujar Rivan.
Jasa Marga meminta pengguna memeriksa kondisi kendaraan, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik, serta memanfaatkan rest area untuk menghindari fatigue saat perjalanan panjang.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Shyna S.V)












