Bekasi  

Kapolda Metro Jaya Tinjau Tambak Perikanan Skala Besar di Muaragembong

Kabupaten Bekasi - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Brigadir Jenderal Polisi Dekananto Eko Purwono meninjau langsung tambak perikanan di Kampung Bagedor, Desa Pantai Harapan Jaya, Muaragembong. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Brigadir Jenderal Polisi Dekananto Eko Purwono meninjau langsung tambak perikanan di Kampung Bagedor, Desa Pantai Harapan Jaya, Muaragembong. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kabupaten Bekasi – Wilayah pesisir Muaragembong, Kabupaten Bekasi, semakin menunjukkan perannya sebagai kawasan strategis perikanan regional. Skala besar budidaya ikan dan udang yang dikelola masyarakat setempat menjadikan wilayah ini sebagai salah satu penopang rantai pasok pangan di kawasan Jabodetabek.

Potensi tersebut terlihat dari luas tambak yang mencapai puluhan hektare dengan komoditas utama seperti udang vaname, udang pancet, ikan bandeng, dan nila jair. Aktivitas budidaya perikanan ini tidak hanya menopang kebutuhan bahan baku, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Brigadir Jenderal Polisi Dekananto Eko Purwono meninjau langsung tambak perikanan di Kampung Bagedor, Desa Pantai Harapan Jaya, Muaragembong.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan ekosistem rantai pasok bahan baku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Metro Jaya yang berbasis potensi wilayah.

Dalam kunjungan itu, rombongan melihat langsung pengelolaan tambak yang terbagi dalam beberapa blok budidaya. Pada Blok 1, tambak seluas sekitar dua hektare dimanfaatkan untuk budidaya udang vaname dengan jumlah tebar bibit mencapai 100 ribu ekor.

Blok 2 terdiri atas sembilan kolam dengan luas sekitar 15 hektare yang digunakan untuk budidaya udang pancet dan ikan bandeng. Di blok ini, jumlah bibit udang pancet mencapai 500 ribu ekor, sementara bibit bandeng sekitar 10 ribu ekor.

Sementara itu, Blok 3 difokuskan untuk budidaya ikan nila jair yang tersebar di 17 kolam dengan luas sekitar 20 hektare dan jumlah bibit mencapai 70 ribu ekor. Skala budidaya tersebut menunjukkan daya dukung Muaragembong sebagai sentra perikanan dengan nilai ekonomi tinggi.

“Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi tambak dalam mendukung kebutuhan bahan baku SPPG Polda Metro Jaya secara berkelanjutan, sekaligus menilai potensi produksi dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” kata Asep.

Menurut Asep, posisi geografis Muaragembong yang dekat dengan kawasan perkotaan Jabodetabek memberikan nilai strategis dari sisi logistik. Dengan dukungan pengamanan, pembinaan, dan pengelolaan yang tepat, kawasan ini dinilai berpotensi berkembang sebagai pusat perikanan regional yang berkelanjutan.

Selain meninjau tambak, jajaran Polda Metro Jaya juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di wilayah tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial. Langkah ini dilakukan seiring dengan upaya mendorong pengembangan potensi perikanan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Muaragembong.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Adinda Fitria Yasmin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *