Kabupaten Bekasi — Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan stabilitas wilayah, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah kembali ditegaskan sebagai fondasi utama menjaga kondusivitas Kabupaten Bekasi.
Momentum itu mengemuka dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Kodim (Dandim) 0509/Kabupaten Bekasi dari Letkol Arh Sabdho Aji Wibowo kepada Letkol Inf Michael Ronald Simbolon, yang digelar di Aula Babinsa Makodim Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Jumat (20/2/2026).
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bekasi bukan sekadar formalitas struktural, melainkan kerja nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Kami merasakan betul bagaimana sinergi yang terbangun selama ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Keamanan
Dalam konteks daerah penyangga ibu kota dengan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, stabilitas wilayah Kabupaten Bekasi bukan hanya soal keamanan. Ia menjadi prasyarat investasi, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan.
Selama masa kepemimpinan Letkol Arh Sabdho Aji Wibowo, sejumlah program kolaboratif dijalankan bersama pemerintah daerah. Mulai dari dukungan terhadap Koperasi Merah Putih, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, hingga kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang menyasar wilayah-wilayah dengan akses terbatas.
Menurut Asep, pendekatan teritorial yang dibangun jajaran Kodim selama ini memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Beliau telah meninggalkan legacy yang baik bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. Ini menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja-kerja kolaboratif ke depan,” katanya.
Namun tantangan ke depan tidak ringan. Kabupaten Bekasi menghadapi persoalan klasik perkotaan dan kawasan industri: urbanisasi cepat, dinamika sosial, hingga kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat.
Stabilitas sebagai Modal Pembangunan
Kepada Dandim baru, Letkol Inf Michael Ronald Simbolon, Asep menaruh harapan agar pola sinergi yang telah berjalan dapat ditingkatkan. Bukan hanya dalam konteks pengamanan, tetapi juga dalam mendukung percepatan program strategis daerah.
“Keamanan dan pembangunan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kita membutuhkan wilayah yang aman dan kondusif agar pembangunan berjalan optimal,” tegasnya.
Pernyataan itu menggarisbawahi satu hal: pembangunan tanpa stabilitas akan rapuh, sementara stabilitas tanpa pembangunan akan stagnan.
Di Kabupaten Bekasi, yang menjadi simpul industri nasional sekaligus daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi, keseimbangan dua aspek tersebut menjadi pekerjaan bersama—TNI, pemerintah daerah, dan unsur Forkopimda.
Ruang Kolaborasi Terbuka
Asep memastikan Pemkab Bekasi membuka ruang kolaborasi konstruktif dengan jajaran TNI dalam merumuskan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami membuka tangan untuk terus bekerja bersama, demi mewujudkan Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
Sertijab Dandim 0509 bukan sekadar pergantian komando. Ia menjadi simbol kesinambungan peran teritorial TNI dalam menjaga denyut pembangunan daerah.
Pertanyaannya kini, sejauh mana sinergi itu mampu menjawab tantangan riil di lapangan—dari keamanan lingkungan, ketahanan sosial, hingga pemerataan pembangunan di pelosok desa. Waktu dan kerja nyata yang akan membuktikan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.










