Kabupaten Bekasi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi tancap gas menyiapkan skema khusus menghadapi ledakan volume sampah selama periode Lebaran 2026. Dengan estimasi lebih dari satu juta pemudik melintasi wilayah ini, TPA Burangkeng kini bersiap menghadapi “puncak” kiriman sampah dari 23 kecamatan.
Peningkatan volume sampah sudah mulai terasa signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun, arus kendaraan pengangkut sampah ke TPA Burangkeng melonjak drastis dalam waktu singkat. Jika pada 25 Maret tercatat hanya 100 kendaraan, jumlahnya terus merangkak naik menjadi 150 kendaraan keesokan harinya, hingga menyentuh puncaknya di angka 370 kendaraan per hari.
Strategi “Utara-Selatan” Urai Kemacetan Truk
Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan sampah tahun ini terletak pada pembagian zona pembuangan. Strategi ini diambil untuk mencegah terjadinya antrean panjang truk sampah yang kerap menjadi momok saat musim libur panjang.
“Kami sudah siapkan strategi melalui Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan. Salah satu langkah utamanya adalah membuka dua titik atau zona pembuangan sekaligus, yakni di wilayah Utara dan Selatan TPA Burangkeng,” ujar Dedi saat ditemui di Cikarang Pusat, Jumat (27/3/2026).
Langkah pembukaan dua zona sekaligus ini terbukti efektif. Meski ratusan kendaraan masuk secara bersamaan, arus pembuangan tetap mengalir lancar tanpa menimbulkan kemacetan di akses jalan menuju TPA. Hal ini menjadi krusial mengingat Kabupaten Bekasi merupakan jalur perlintasan utama bagi pemudik.
Optimalkan Armada Tanpa Unit Baru
Menariknya, DLH tidak melakukan penambahan armada operasional tahun ini. Sebagai gantinya, mereka melakukan “pemanasan” mesin jauh-jauh hari. Seluruh truk sampah dipastikan dalam kondisi prima, mulai dari perawatan teknis hingga jaminan stok Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Pelayanan tetap maksimal tanpa penambahan kendaraan. Semua sudah kami persiapkan dari sisi perawatan dan ketersediaan BBM agar operasional tidak terhenti di tengah jalan,” tegas Dedi.
“Sampah Mining” dan Kolaborasi Swasta: Solusi Pasca-Lebaran
DLH juga mulai menatap masa depan TPA Burangkeng yang kian sesak. Pasca-Lebaran, pemerintah berencana menggandeng pihak swasta untuk menerapkan skema Mining Sampah (Penambangan Sampah) non-organik.
Program ini bertujuan untuk mengeruk kembali sampah lama (existing) yang sudah menumpuk menahun untuk diolah kembali, sehingga menyisakan ruang baru di area TPA. Upaya ini dinilai sangat penting untuk memperpanjang usia pakai TPA Burangkeng yang sudah masuk kategori overload.
Di sisi lain, edukasi “Mudik Tanpa Sampah” juga terus digencarkan. Dedi mengimbau masyarakat untuk menjadi filter pertama dalam pengelolaan sampah. “Solusi terbaik adalah memilah dari rumah. Pisahkan organik dan non-organik. Itu langkah sederhana yang sangat membantu mengurangi beban TPA kita,” tutupnya.
Meskipun terjadi lonjakan hingga ratusan kendaraan, pihak DLH memastikan kondisi di lapangan masih dalam tahap wajar dan terkendali berkat antisipasi zona ganda tersebut.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












