# Go-News

Banjir Empat Kecamatan di Kabupaten Bekasi

Banjir di wilayah Kabupaten Bekasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak empat wilayah Kecamatan di wilayahnya diterjang banjir sejak beberapa hari lalu. Banjir bertambah parah, saat itensitas hujan besar mengguyur Bekasi sejak Jumat (21/2/2020) hingga Minggu (23/2/2020).

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bekasi, saat ini pihaknya telah menerjunkan personel ke sejumlah titik. Tercatat sebanyak empat kecamatan yang diterjang banjir akibat itensitas hujan dan luapan dari sungai.

“Sementara baru terdata empat kecamatan, kami masih melakukan pendataan,” katanya, Senin (24/2/2020).

Adapun wilayah yang terendam banjir itu berada di Kecamatan Karang Bahagia, banjir pun melanda tiga desa lainnya di tiga kecamatan. Ketiga desa itu yakni Desa Sukajadi Kecamatan Sukakarya, Desa Bojong Kecamatan Kedungwaringin dan Desa Karang Patri Kecamatan Pebayuran. 

Akibat banjir tersebut, terdapat sedikitnya 420 kepala keluarga terdampak. Ketinggian airnya bermacam-macam dari 10 sampai 50 sentimeter.

“Kondisi ini masih terus dipantau dengan menerjunkan personel ke lokasi. Kami masih melakukan pendataan di wilayah kecamatan lainya,” ungkapnya.

Akibat banjir, kata dia, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah saudara, namuan ada pula yang masih bertahan di rumah.

“Rencananya kami akan membuat posko dan menyiapkan tempat pengungsian di bila air meninggi. Saat ini asesmen masih dilakukan anggota dilapangan,” tukasnya.

Berdasarkan pantauan dilapangan, genangan air mulai nampak terjadi sejak beberapa waktu lalu. Air yang semula hanya menggenangi jalan, terus meningkat hingga merendam pemukiman warga. Ketinggian air pun terpantau telah mencapai lutut orang dewasa.

Dua kecamatan di utara Bekasi ini menjadi langganan banjir. Pesatnya pembangunan perumahan tidak sertai penyediaan drainase yang memadai. Belum lagi Kali Ulu yang mengaliri wilayah tersebut banyak dipadati sampah. Saluran air tidak mampu menampung tingginya curah hujan yang akhirnya meluap, merendam jalan dan rumah.

Sunadi (40), salah seorang warga mengatakan, banjir bermula dari hujan yang terus mengguyur dengan intensitas sedang dan deras. Hujan bahkan tak kunjung reda sejak beberapa hari terakhir.

“Sejak Rabu kemarin, wilayah kami diterjang banjir,” kata warga Blok F Perumahan Villa Kencana Cikarang ini.

Diungkapkan Sunadi, daerah yang ditinggalinya memang kerap dilanda banjir. Namun, banjir kali ini terbilang parah, bahkan lebih tinggi dibanding banjir besar yang melanda Bekasi pada pergantian tahun baru lalu. Akibat banjir ini, tidak sedikit warga yang mengungsi.

Selain di Karangbahagia, banjir pun menerjang Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara. Banjir merendam jalan dan sejumlah rumah warga. 

“Paling parah kemarin. Kalau sekarang hujan lagi bisa jadi banjir lagi. Harusnya memang ada perbaikan,” ucap Tomy.

dua kecamatan di utara Bekasi ini menjadi langganan banjir. Pesatnya pembangunan perumahan kerap tidak sertai penyediaan drainase yang memadai. Belum lagi Kali Ulu yang mengaliri wilayah tersebut banyak dipadati sampah. Alhasil saluran air tidak mampu menampung tingginya curah hujan yang akhirnya meluap, merendam jalan yang rumah warga.

(SHY)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top