# Go-News

Begini Tata Cara Pemotongan Hewan Kurban di Era Covid-19

Tren Berkurban Warga Bekasi Meningkat, Tapi Minim Dokter Hewan
Ilustrasi hewan kurban

Menjelang pelaksanaan Idul Adha 1441 H yang jatuh pada Jum’at 31 Juli 2020 mendatang, Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan tata cara penyembelihan hewan kurban yang harus di ikuti masyarakat Bekasi. Hal itu dilakukan agar bisa menekan angka penularan Covid-19.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain mengatakan, tata cara ini perlu di ikuti oleh masyarakat Bekasi yang ingin melaksanakan penyembelihan hewan kurban maupun pelaksanaan sholat Idul Adha.

“Aturan ini untuk mencegah penularan Covid -19,” katanya, Rabu (22/7/2020).

Adapun, persyaratan untuk penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban yang harus di ikuti masyarakat Bekasi dengan menerapkan jaga jarak fisik (Physical distancing) yang meliputi, pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik.

Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban, pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging. Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

Lalu penerapan kebersihan personal panitia, meliputi pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu oleh petugas, panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan

Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan hewan kurban.

Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah

Kemudian panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga. Selain itu kebersihan alat juga harus diperhatikan dengan melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan

Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan. Untuk itu, dia berharap dengan adanya ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah, masyarakat dapat bisa mengikuti dan menjalankan aturan- aturan.

“Aturan ini untuk mencegah tidak munculnya kasus baru Covid 19 pada saat pelaksanaan kegiatan kurban di Kota Bekasi, pemerintah mengantisipasi penyebaran penyakit zoonosis berperantara hewan kurban yang berasal dari luar wilayah Kota Bekasi, dan menjamin kesehatan hewan dan ketersediaan daging kurban bersih,” tegasnya.

(SHY)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top