# Go-News

Jembatan Sepanjang 300 Meter Penghubung Bekasi-Karawang Rampung

Jembatan Sepanjang 300 Meter Penghubung Bekasi-Karawang Rampung
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha di jembatan Pebayuran-Rengasdengklok

Pembangunan jembatan Pebayuran-Rengasdengklok yang merupakan penghubung antara Bekasi-Karawang rampung. Sebelumnya, jembatan yang dibangun atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Karawang ini sempat mangkrak.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, jembatan ini membentang sepanjang 300 meter dengan lebar tujuh meter. Jembatan ini percis diatas sungai Citarum dan sangat membantu akses warga baik Kabupaten Bekasi dan Karawang.

“Sebelumnya warga menggunakan perahu untuk menyebrang, sementara kendaraan roda empat itu harus melintasi jalur yang jakar tempuhnya mencapai 3 Kilometer,” kata Iman di Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, Rabu (22/1/2022) kepada wartawan.

Ia menjelaskan, mangkraknya pembangunan jembatan penghubung dua daerah ini lantaran kendala gagal dalam pelelangan. Jembatan ini dibangun pada tahun 2017 berdasarkan hasil asiprasi masyarakat. Namun pada tahun 2018 gagal lelang sehingga harus menunggu di tahun berikutnya.

“Pada tahun 2019 pembangunanya mulai dilakukan hingga kini. Saat ini, jembatan ini sudah mulai bisa dilalui masyarakat sekitar (Pebayuran-Muara Gembong-Keduwaringin),” ujarnya.

Hanya saja, untuk sementara Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok belum dapat dilalui oleh kendaraan bertonase berat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang.

“Larangan ini untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara kalau untuk kendaraan pribadi sudah bisa dilalui mulai hari ini,” imbuhnya.

Iman menampik dengan dilarangnya kendaraan bertonase berat lantaran kontruksi bangunan yang kurang maksimal. Ia memastikan jika kontruksi bangunan Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok kuat.

“Untuk kendaraan bertonase besar akan diperbolehkan melintas akhir bulan ini setelah diresmikan pemerintah,” katanya.

Ketua komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Tamrin menuturkan pihaknya memastikan pembangunan demi kepentingan masyarakat ini segera bisa digunakan oleh masyarakat Bekasi. Karena jembatan ini menjadi penghubung antara Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Karawang.

“Jembatan ini sudah rampung, dan bisa digunakan oleh masyarakat,” katanya.

Meski sudah rampung, Husni mengaku, jembatan sepanjang 300 meter itu sebenarnya belum boleh dilalui kendaraan. Karena rencananya, jembatan akan diresmikan terlebih dulu oleh Bupati Bekasi, Eka Supri Atmadja.

Sebagai informasi, Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok dianggarkan dua tahap. Pertama pada tahun 2017 sebesar Rp 17 miliar tahap awal, dan tahap kedua dianggarkan sebesar Rp 24 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi 2017 dan 2019.

(SHY)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top