# Go-News

Warga Bekasi Diminta Tak Pulang Kampung

Warga Kota Bekasi diminta untuk tidak mudik atau pulang kampung selama masih merabaknya wabah Covid-19 atau Virus Corona. Hal ini ditekankan pemerintah sebagai upaya pencegahan penularan pada virus mematikan itu.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan kebijakan ini juga telah diputuskan pemerintah pusat ke Pemerintah Jawa Barat hingga Pemerintah Daerah. Jika ada yang nekat, maka warga yang pulang ke kampung halamannya masuk Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Selama Pandemi Covid-19 seluruh warga dilarang pulang kampung,” kata Tri yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Darurat Bencana Covid-19 Kota Bekasi, Sabtu (28/3/2020) kepada gobekasi.id.

Sejauh ini, kata dia, sebagai komitmen pemerintah merasionalisasi kesehatan nasional, Kota Bekasi juga telah membatalkan program mudik gratis yang pendaftaran telah dibuka beberapa pekan lalu. Termasuk program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan dan Pemprov Jabar.

“Mudik gratis Idulfitri 24 Mei 2020 kita batalkan, program mudik gratis Kemenhub juga batal digelar,” ungkapnya.

Untuk sementara waktu, kata Tri, warga yang hendak pulang kampung bisa bersilaturahmi menggunakan kecanggihan zaman. Misalnya, dengan telepon atau aplikasi WhatsApp. Dimana warga bisa menatap wajah orang-orang yang dirindukan.

“Kita harus sayangi keluarga yang di kampung, jangan sampai mereka disanah tertular dari kita yang berada di kota. Untuk sementara wktu bersilaturahmi bisa menggunakan kecanggihan tekhnologi,” imbuhnya.

Diakuinya, hampir 70 persen warga Kota Bekasi adalah pendatang sehingga rasa ingin pulang ke kampung halaman bertemu orangtua maupun sanak saudara sangat tinggi.

Akan tetapi terpenting adalah ramadan atau lebaran bisa membawa kegembiraaan bukan justru membawa wabah Covid-19.

“Maka diminta agar tetap di rumah dengan bersilaturahmi secara online, sedikit mungkin berinteraksi secara fisik akan segera memutus penyebaran virus Covid-19 dan memusnahkannya,” tutur Tri.

Tri berharap agar Covid-19 ini segera berakhir sehingga semua bisa beraktifitas normal. Termasuk bisa saling temu kangen orangtua maupun sanak saudara.

“Kita berdoa, dan bersama lawan Covid-19. Caranya tetap di rumah dan jaga kebersihan selalu cuci tangan pakai sabun,” pungkasnya.

(YUN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top