Kota Bekasi – Puluhan warga menjadi korban penipuan jual beli rumah kontrakan fiktif di wilayah Jakasampurna, Bekasi Barat. Sedikitnya 52 orang telah melaporkan diri sebagai korban, dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp4,8 miliar.
Modus penipuan ini dilakukan oleh sindikat yang terstruktur dan terorganisir, melibatkan makelar, pemilik fiktif, dan notaris gadungan.
Salah satu korban, Henry Idris, menceritakan bahwa ia tertarik membeli dua unit rumah kontrakan seharga Rp100 juta yang ditawarkan melalui akun Facebook bernama Yurike. Setelah tertarik, ia diarahkan ke seorang wanita bernama Karsih yang mengaku sebagai pemilik rumah.
“Semua transaksi dilakukan di rumah pribadi, bukan di kantor notaris. Saya hanya mendapat kuitansi, tidak ada sertifikat atau AJB,” kata Henry, Minggu (13/7/2025).
Kecurigaan mulai muncul setelah sertifikat tak kunjung diterima dan rumah kontrakan yang dibeli justru dibongkar oleh kerabat Karsih. Pembongkaran itu disebut dilakukan atas perintah kakak Karsih, yang diduga turut terlibat dalam sindikat ini.
“Setelah itu, kami mulai mencari korban lain dan membentuk grup komunikasi. Ternyata unit yang sama dijual ke banyak orang. Hingga kini, jumlah korban yang terdata sudah 52 orang,” ungkap Henry.
Modus Berlapis dan Sindikat Terstruktur
Dari penelusuran para korban, terungkap bahwa sindikat ini memiliki struktur peran yang jelas. Akun Yurike berperan sebagai makelar yang menjaring korban melalui media sosial.
Korban kemudian diarahkan ke Karsih yang mengaku sebagai pemilik sah dari enam pintu rumah kontrakan di RT04/RW11, Kelurahan Jakasampurna.
Transaksi dilakukan secara langsung di rumah pelaku, bukan melalui notaris resmi. Bahkan, pelaku menghadirkan notaris palsu untuk meyakinkan korban. Para korban hanya menerima kuitansi pembayaran, tanpa dokumen sah kepemilikan tanah.
Menurut Ketua RW 11 Jakasampurna, Fikri, enam unit rumah kontrakan yang menjadi objek penipuan merupakan lahan girik seluas 250 meter persegi yang belum bersertifikat. Ia menyebut tidak pernah mengetahui adanya transaksi jual beli tersebut karena tidak melalui prosedur wilayah.
“Karsih keluar dari wilayah sejak 30 Juni. Keesokan harinya, dua unit kontrakan dibongkar oleh keluarganya. Baru setelah itu para korban mulai berdatangan,” jelas Fikri.
Skema Ponzi dan Dugaan Keluarga Terlibat
Modus yang dijalankan sindikat ini menyerupai skema Ponzi, di mana uang dari korban baru digunakan untuk membayar korban lama. Bahkan Ketua RW mengaku pernah dimintai tanda tangan untuk pengembalian dana sebesar Rp75 juta dan Rp90 juta pada Maret lalu.
Beberapa korban sempat memberikan uang muka antara Rp1 juta hingga Rp5 juta. Ada pula yang telah membayar lunas namun tidak pernah menerima sertifikat atau akta jual beli. Total kerugian masing-masing korban bervariasi, dari yang terkecil Rp15 juta hingga yang terbesar mencapai Rp420 juta.
Para korban berasal dari berbagai wilayah seperti Bekasi, Jakarta Timur, dan Kabupaten Bekasi. Mereka tertarik karena tawaran rumah kontrakan murah dengan harga Rp50 juta hingga Rp135 juta per unit.
Polisi Diminta Segera Bertindak
Saat ini para korban telah melapor ke Polres Metro Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya. Namun, hingga berita ini diterbitkan, keberadaan Karsih dan anggota sindikat lainnya masih belum diketahui.
“Kami berharap polisi segera menangkap para pelaku dan mengupayakan pengembalian dana. Ini bukan penipuan biasa, tapi sudah sistematis dan merugikan banyak orang,” tegas Henry.
Para korban juga meminta Pemerintah Kota Bekasi dan Kementerian ATR/BPN turun tangan untuk menyelidiki dugaan manipulasi data tanah dan notaris palsu yang digunakan dalam transaksi.
Fakta Ringkas
Jumlah korban: 52 orang
Total kerugian: Rp4.835.900.000
Pelaku utama: Karsih (buron sejak 30 Juni 2025)
Makelar: Akun “Yurike” di Facebook
Modus: Kontrakan dijual ke banyak orang dengan dokumen palsu
Status tanah: Girik, tidak bersertifikat
Lokasi objek: RT04/RW11, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












