Bekasi  

Pejabat Bekasi Dilarang Flexing! Warga Susah, Wakil Wali Kota Ingatkan Jangan Pamer Harta

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe usai memimpin apel perdananya di Kompleks Pemkot Bekasi, Senin (24/2/2025). Foto: Ist
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe usai memimpin apel perdananya di Kompleks Pemkot Bekasi, Senin (24/2/2025). Foto: Ist

Kota Bekasi – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan agar pejabat daerah berhenti memamerkan gaya hidup mewah (flexing) di tengah kondisi masyarakat yang masih serba sulit.

“Kita harus cukup prihatin, tidak memperlihatkan kegiatan yang sifatnya terlalu hura-hura,” ujar Abdul, Rabu (10/9/2025).

Ia menekankan, sikap sederhana wajib dijaga seluruh aparatur sipil negara (ASN), kepala daerah, hingga anggota DPRD.

“Tidak hidup bermewah-mewah, tidak memperlihatkan apa yang kita punya kepada masyarakat,” tegasnya.

Senada dengan Mendagri

Diketahui, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah (2/9/2025) juga mengingatkan pejabat agar berhati-hati bersikap.

Tito menilai flexing justru bisa memicu sentimen negatif dan memperkeruh keadaan sosial.

Ia bahkan menyarankan kegiatan seremonial pemerintah dibuat sederhana. “Cukup dengan tumpengan atau pemberian santunan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu,” kata Tito.

Peringatan ini datang di tengah sorotan tajam masyarakat terhadap gaya hidup pejabat, terutama saat harga kebutuhan pokok naik dan daya beli melemah.

Abdul Harris menegaskan, empati dan kesederhanaan pejabat adalah kunci agar pemerintah tidak semakin jauh dari rakyat.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *