Bekasi  

27 WNA Dibekuk, Sindikat Penipuan Daring Dibongkar Polrestro Bekasi Kota

Kota Bekasi - Polres Metro Bekasi Kota membongkar 27 warga negara China berpura-pura menjadi aparat kepolisian negeri asal mereka untuk menipu warga lanjut usia (lansia) di China. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Polres Metro Bekasi Kota membongkar 27 warga negara China berpura-pura menjadi aparat kepolisian negeri asal mereka untuk menipu warga lanjut usia (lansia) di China. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi — Sebuah rumah mewah di Gang Pelopor II, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, ternyata menjadi markas operasi sindikat penipuan daring lintas negara. Di dalamnya, 27 warga negara China berpura-pura menjadi aparat kepolisian negeri asal mereka untuk menipu warga lanjut usia (lansia) di China.

Pengungkapan ini bermula dari penyelidikan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Bekasi, yang menemukan jejak komunikasi mencurigakan dari nomor Indonesia ke sejumlah korban di China. Setelah penelusuran, polisi membongkar aktivitas mencurigakan di rumah dua lantai yang beroperasi secara tertutup itu.

“Begitu digerebek, kami temukan 27 WNA asal China. Satu orang berperan sebagai koordinator, sementara 26 lainnya bertugas sebagai operator penipuan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Agta Bhuana Putra, saat konferensi pers di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (7/11/2025).

Rumah yang digerebek polisi itu disulap menyerupai kantor polisi China. Di dalamnya terdapat meja kerja berderet, komputer, alat komunikasi canggih, hingga seragam dan atribut kepolisian China. Seluruh jendela ditutup rapat dan dilapisi gabus agar aktivitas di dalam tidak terdengar keluar.

“Modusnya berpura-pura jadi polisi China. Mereka menakuti korban dengan tuduhan terlibat narkotika atau kejahatan lain. Korban diminta membuka tautan (link) yang dikirim, dan begitu diklik, ponselnya bisa dikendalikan pelaku,” jelas Agta.

Baca Juga: Modus Investasi Fiktif, 7 WNA Terjaring Imigrasi Bekasi

Dari kendali jarak jauh itu, sindikat mengambil alih aset digital korban dan memindahkan uang ke rekening penampung sebelum dikonversi ke mata uang kripto untuk menyamarkan jejak transaksi.

Menurut Agta, sindikat ini sudah beroperasi sekitar satu tahun terakhir. Mereka memilih Lampung karena dinilai jauh dari pantauan aparat China dan memiliki akses komunikasi internasional yang cukup stabil.

“Rumah itu sangat tertutup, bahkan warga sekitar tidak tahu aktivitas di dalam. Sekarang lokasinya sudah kami police line,” katanya.

Polisi menduga otak sindikat ini berada di luar negeri, tepatnya di China atau Taipei. Karena para korban dan tindak pidana terjadi di luar yurisdiksi Indonesia, Polres Metro Bekasi kini berkoordinasi dengan Interpol dan pihak Imigrasi untuk penanganan lanjutan.

Selama pemeriksaan, petugas menghadirkan penerjemah khusus karena para terduga pelaku tidak bisa berbahasa Indonesia maupun Inggris.

Baca Juga: 27 WNA Terjaring Razia Imigrasi di Bekasi, Ada yang Overstay Hingga 4 Tahun

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Bekasi, Ahmad Ady Majeng, menyebut sebagian pelaku masuk ke Indonesia menggunakan visa turis, sedangkan empat lainnya mengantongi izin tinggal terbatas dengan status investor.

“Untuk sementara, seluruhnya kami tempatkan di ruang detensi imigrasi. Kami menunggu proses penyidikan sebelum dilakukan pendeportasian,” kata Ahmad Ady.

Imigrasi juga telah melaporkan kasus ini ke Kedutaan Besar China di Jakarta untuk proses diplomatik lanjutan.

Pengungkapan ini menambah daftar panjang kasus penipuan daring lintas negara yang menjadikan Indonesia sebagai basis operasi. Dalam dua tahun terakhir, beberapa sindikat serupa terungkap di Batam, Bali, dan Surabaya—semuanya dikendalikan dari luar negeri dan menargetkan korban di Asia Timur.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *