Kota Bekasi – Di Kota Bekasi, persiapan menyambut akhir tahun bukan lagi soal pesta kembang api atau arus mudik yang memadati jalan. Tahun ini, ancaman cuaca ekstrem justru menjadi bayangan yang paling dikhawatirkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi memutar fokus penuh ke potensi banjir yang bisa datang sewaktu-waktu.
“Jadi kita lebih fokus ke cuaca ekstrem dan banjirnya ya, bukan pada momen tahun baru atau Natalnya,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi, Wiratma Puspita, Selasa (2/12/2025).
Rumah Ditinggal, Air Mengintai
Momentum libur Natal dan Tahun Baru biasanya ditandai dengan perpindahan penduduk—mudik dan liburan ke luar kota. Situasi ini menambah kekhawatiran BPBD. Rumah-rumah yang ditinggalkan bisa mendadak tergenang, tanpa ada yang menyadarinya.
Baca Juga: Bekasi Rampungkan Lima Polder Baru untuk Kendalikan Banjir di Kawasan Rawan Genangan
“Takutnya terjadi hujan ekstrem, genangan naik, orangnya tidak di rumah. Itu salah satu concern kita,” ujar Wiratma.
Untuk mencegah kejadian yang tak diinginkan, BPBD memperketat pemantauan cuaca bekerja sama dengan BMKG.
“Kita pantau terus laporan BMKG,” katanya.
Cuaca Tak Lagi Bisa Ditebak
Bagi BPBD, bulan November seharusnya menjadi puncak hujan ekstrem. Tapi pola cuaca belakangan ini terasa tak patuh terhadap kalender iklim. Peristiwa banjir mendadak di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera menjadi alarm keras.
“Peringatannya ekstrim November, sudah lewat. Tapi tetap tidak bisa kita patok. Kemarin tiba-tiba di Sumatera, Aceh ekstrem. Semoga tidak terjadi di kita,” ucapnya.
Baca Juga: Banjir Setinggi 1,5 Meter Kepung Duta Indah, Warga Tetap Bertahan
Fenomena ini sejalan dengan peringatan ilmiah tentang perubahan iklim yang membuat musim hujan makin tak menentu dan intensitas cuaca mudah melompat ekstrem.
Masyarakat Diminta Tak Abai
Bekasi dikenal sebagai kota yang rentan genangan, terutama di wilayah bantaran Kali Bekasi dan pemukiman padat yang bersentuhan langsung dengan aliran sungai. Karena itu, BPBD meminta masyarakat memperbarui informasi secara berkala.
“Pantau terus ketinggian muka air Kali Bekasi,” imbau Wiratma.
Masyarakat bisa mengakses informasi tinggi muka air melalui media sosial BPBD Kota Bekasi atau layanan darurat call center 112.
“Follow saja kanal BPBD. Kita update terus pergerakan airnya supaya masyarakat lebih tenang,” tutupnya.
Di tengah langit yang sering berubah mendadak mendung pekat, Kota Bekasi sedang menahan napas. Tahun baru boleh dirayakan, namun kesiapsiagaan menjadi perayaan terpenting: memastikan air tak kembali menjadi ancaman.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












