Bekasi  

Tawuran Dini Hari di Rawalumbu Digagalkan, Polisi Sita Sajam Remaja Geng Jalanan

Kota Bekasi - Anggota Tim Presisi Polres Metro Bekasi Kota saat menginterogasi remaja yang kedapatan hendak tawuran di Rawalumbu, Minggu (30/11/2025). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Anggota Tim Presisi Polres Metro Bekasi Kota saat menginterogasi remaja yang kedapatan hendak tawuran di Rawalumbu, Minggu (30/11/2025). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Patroli malam aparat kepolisian di Rawalumbu, Kota Bekasi, kembali menemukan potret gelap aktivitas remaja di jalanan. Dini hari, Minggu (30/1/2025), tiga remaja terjaring operasi Tim 2 Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota.

Mereka diduga hendak terlibat dalam tawuran—tradisi kekerasan yang terus berulang di wilayah urban pinggiran.

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB, di kawasan Jembatan 6 Rawalumbu. Saat polisi mendekat, sekelompok remaja itu seketika berusaha kabur. Tiga orang yang terjepit patroli berhasil diamankan.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Kota Musnahkan 500 Sajam Hasil Razia Tawuran dan Begal

“Dari hasil interogasi, mereka mengaku akan melakukan tawuran dengan geng lain bernama Kawasaki,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, Selasa (2/12/2025).

Dari tangan para remaja yang masih sekolah itu, petugas menemukan sejumlah senjata berbahaya: empat bilah kayu, satu panah busur, sebatang besi pipih, dan satu unit ponsel yang diduga digunakan untuk berkoordinasi lewat media sosial.

Polisi menduga ketiganya bagian dari kelompok jalanan yang menyebut diri sebagai geng Lorong—salah satu dari banyak geng remaja yang menjamur dan kerap meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Patroli Presisi Amankan Empat Remaja Hendak Tawuran di Bekasi 

Usai diamankan, ketiganya dibawa ke Polres Metro Bekasi Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami apakah ada provokator yang mengoordinasikan aksi tersebut.

Maraknya aksi tawuran di Kota Bekasi menjadi pekerjaan rumah aparat keamanan. Polres Metro Bekasi Kota memastikan patroli malam akan terus diperketat untuk menekan aksi kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur.

“Kami mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya. Tawuran hanya menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain,” ujar Suparyono.

Tawuran di Bekasi kini tak sekadar perselisihan remaja iseng. Dalam banyak kasus sebelumnya, senjata tajam dan koordinasi geng menunjukkan gejala lebih serius: kekerasan yang terorganisasi, bergerak memanfaatkan celah lemahnya pengawasan sosial di malam hari.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *