Bekasi  

Saluran Misterius di MBG Bojong Menteng, DLH Bekasi Temukan Pembuangan Limbah Langsung ke Drainase hingga Bau Menyengat

Kota Bekasi - DLH Kota Bekasi melakukan peninjauan di dapur MBG Bjong Menteng atas keluhan warga adanya bau menyengat diduga dari limbah. Foto: Ist/Gobekasi.id.
DLH Kota Bekasi melakukan peninjauan di dapur MBG Bjong Menteng atas keluhan warga adanya bau menyengat diduga dari limbah. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Sebuah laporan warga di Bojong Menteng, Rawalumbu, membuka tabir dugaan kelalaian pengelolaan limbah di salah satu Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) program Pemerintah Kota Bekasi.

Sejak beberapa hari lalu, saluran drainase di RT 04 RW 02 mengeluarkan bau menyengat. Warga awalnya mengira berasal dari sampah rumah tangga, sebelum menemukan bahwa air keruh bersumber dari aktivitas dapur MBG Bojongmenteng 2.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bergerak cepat. Namun temuan mereka di lapangan justru menimbulkan pertanyaan lebih besar tentang pengawasan, standar operasional MBG, dan dugaan adanya saluran limbah yang selama ini luput dari pantauan pengelola.

Temuan Lapangan: Filtrasi Ada, Tapi Limbah Mengalir Lewat Jalur Lain

Kota Bekasi - Saluran limbah dapur MBG Bojong Menteng yang mencemari lingkungan warga. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Saluran limbah dapur MBG Bojong Menteng yang mencemari lingkungan warga. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Menurut laporan resmi DLH, limbah domestik dari proses pencucian peralatan masak dan makan sebenarnya ditampung terlebih dahulu ke dalam bak penyaring dengan media ijuk. Secara teori, instalasi sederhana ini bertujuan menahan sisa makanan dan minyak sebelum air dialirkan ke saluran kota.

Namun tim verifikator DLH menemukan satu saluran lain yang justru mengalirkan limbah langsung ke drainase kota tanpa filtrasi apa pun.

“Pipa itu tertutup konstruksi U-Ditch, jadi kami tidak tahu,” ujar pihak pengelola MBG kepada DLH.

Penjelasan tersebut menjadi catatan penting. Bila benar pipa itu tidak diketahui, pertanyaannya: siapa yang memasang saluran tersebut, sejak kapan digunakan, dan mengapa tidak tercatat dalam desain instalasi pengelolaan limbah? Pengawasan teknis pemerintah terhadap fasilitas publik pun kembali dipertanyakan.

DLH Lakukan Tindakan Darurat: Bongkar, Tutup, Cor

Menindaklanjuti temuan itu, DLH melakukan langkah darurat dengan membongkar konstruksi saluran, menutup pipa ilegal menggunakan dop, melakukan pengecoran pasir–batu–semen agar limbah tidak kembali mengalir ke saluran kota.

Dengan langkah ini, aktivitas dapur MBG dipastikan kembali mengikuti jalur pengelolaan limbah yang semestinya. Namun tindakan cepat ini juga mengonfirmasi bahwa praktik pembuangan langsung benar-benar terjadi sebelum warga melapor.

Hasil Uji Laboratorium: Indikasi Pencemaran Serius

UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup (LAB LH) yang menurunkan tim pengambil sampel menemukan data awal yakni pH: 5,53 (asam, berpotensi mengganggu organisme air) DHL: 1174 μS/cm (indikasi tingginya kandungan zat terlarut).

Parameter tersebut mengindikasikan potensi pencemaran meski analisis lengkap masih menunggu uji laboratorium lanjutan. Namun angka pH di bawah 6 sudah cukup untuk menunjukkan bahwa air buangan dapur tidak memenuhi baku mutu.

Ironi Program Gizi Gratis yang “Mencemari” Lingkungan

MBG adalah program unggulan pemerintah untuk pemenuhan gizi warga. Namun insiden ini memperlihatkan sisi lain: fasilitas publik yang seharusnya memberi manfaat justru berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.

DLH Bekasi memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Namun komitmen itu diuji oleh fakta di lapangan: baru bergerak setelah warga mendengar bau dan melapor melalui media daring.

DLH berjanji mengumumkan hasil laboratorium lengkap dan tindakan lanjutan setelah proses analisis selesai. Warga berharap kasus ini tidak berhenti pada penutupan pipa saja.

Bagi warga Bojong Menteng, bau limbah itu bukan sekadar gangguan. Itu adalah alarm bahwa kebijakan publik yang tampak mulia bisa menciptakan persoalan baru jika tidak dibarengi pengawasan ketat.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *