Bekasi  

Gapura Hampir Rp 1 Miliar di Bekasi Bikin Heboh, Ternyata Ini Asal-Usulnya

Namun, setelah gapura berdiri dan nilai anggarannya terungkap ke publik, pro dan kontra pun muncul. Tak sedikit warga di luar Dukuh Zamrud mempertanyakan urgensi pembangunan tersebut, terlebih masih banyak infrastruktur lain yang dinilai lebih mendesak.

Kota Bekasi - Gapura Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, yang biaya kontruksi pembangunannya berkisar hampir Rp1 miliar. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Gapura Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, yang biaya kontruksi pembangunannya berkisar hampir Rp1 miliar. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Bagi sebagian warga Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, keberadaan gapura utama bukan sekadar bangunan fisik. Ia lahir dari keinginan lama warga untuk memiliki identitas kawasan setelah perumahan tersebut tak lagi dikelola pengembang.

Keinginan itu disampaikan Heru Rilano (52), Koordinator Seksi Forum Komunikasi Warga Zamrud (FKWZ), yang sejak awal ikut mengawal proses pembangunan gapura yang kini menyedot perhatian publik karena menelan anggaran hampir Rp 1 miliar dari APBD Kota Bekasi 2025.

“Dukuh Zamrud ini sudah lama ditinggal developer. Diserahkan ke pemerintah daerah. Warga merasa perlu ada penataan dan ikon supaya kawasan ini lebih tertata dan indah,” ujar Heru saat ditemui di Mustikajaya, Jumat (9/1/2026).

Menurut Heru, aspirasi tersebut murni datang dari warga yang menginginkan pintu masuk kawasan yang representatif. Usulan itu kemudian disampaikan melalui mekanisme aspirasi kepada anggota DPRD Kota Bekasi, Agus Rohadi.

“Lewat aspirasi warga, kami sampaikan ke Pak Agus Rohadi supaya diperjuangkan ke Pemerintah Kota. Salah satunya ya pembangunan gapura ini,” kata Heru.

Namun, setelah gapura berdiri dan nilai anggarannya terungkap ke publik, pro dan kontra pun muncul. Tak sedikit warga di luar Dukuh Zamrud mempertanyakan urgensi pembangunan tersebut, terlebih masih banyak infrastruktur lain yang dinilai lebih mendesak.

Menanggapi hal itu, Heru menjelaskan bahwa nilai pagu proyek sebesar Rp 997 juta, dengan nilai kontrak sekitar Rp 877 juta, bukan tanpa alasan.

“Yang membuat nilainya besar itu karena struktur bangunannya dibuat kokoh sesuai standar. Dari sisi arsitektur juga diperhitungkan. Selain gapura, ada pagar dan gerbang sebagai akses masuk warga dan non-warga,” jelasnya.

Ia menyebut, konstruksi gapura mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Kementerian PUPR, dengan target usia bangunan jangka panjang.

“Harapannya bisa bertahan minimal 30 tahun. Kalau cat dan eksterior tentu tetap perlu perawatan rutin,” tambahnya.

Heru menegaskan, sebelum pembangunan dilakukan, warga telah dikumpulkan melalui forum RW. Dari belasan RW yang hadir, seluruhnya menyatakan persetujuan.

“Semua RW sepakat. Seratus persen setuju. Desainnya juga dibahas bersama melalui perwakilan ketua RW,” ujarnya.

Meski demikian, sebagai warga yang ikut mengawal, Heru mengaku kepuasan itu tak sepenuhnya utuh. Ia puas secara visual, namun masih menyimpan catatan kritis.

“Kalau secara fisik, kami bangga. Dari jauh kelihatan bagus. Tapi kalau soal transparansi dan detail pekerjaan, jujur kami belum puas. Masih ada yang perlu dievaluasi dan dikoreksi,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa seluruh proyek pembangunan telah melalui mekanisme perencanaan yang melibatkan masyarakat dan legislatif.

“Kalau soal urgensi, itu bisa ditanyakan kepada pihak yang mengusulkan. Prosesnya lewat musrenbang dan pokok-pokok pikiran DPRD,” ujar Tri.

Ia menambahkan, selama telah disepakati dalam peraturan daerah, pemerintah berkewajiban menjalankan keputusan tersebut.

Di lapangan, gapura Dukuh Zamrud berdiri dengan lebar sekitar tiga meter dan bentang masing-masing sisi lima meter.

Pembangunan dimulai pertengahan Oktober 2025 dan rampung akhir Desember 2025. Di bagian tengahnya terdapat ruang untuk petugas keamanan, sementara tembok bertuliskan “Dukuh Zamrud” dan elemen tanaman menjadi penanda kawasan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Septian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *