Bekasi  

Pelaku Pembunuh Terapis SPA di Bekasi Juga Kuras Isi Saldo Rekening

Kota Bekasi - Ahmad Riansah alias Delon, pelaku pembunuh terapis di Bekasi. Foto: Tangkapan layar.
Ahmad Riansah alias Delon, pelaku pembunuh terapis di Bekasi. Foto: Tangkapan layar.

Kota Bekasi — Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar kasus pembunuhan seorang perempuan muda berinisial SM (23), terapis spa yang ditemukan tewas di unit rumah indekosnya di Kayuringin, Kota Bekasi, pekan lalu.

Pelaku bukan orang asing. Ia adalah Ahmad Riansah alias Delon, lelaki yang disebut sebagai suami siri korban.

Pembunuhan itu tidak selesai pada soal kekerasan fisik. Setelah memastikan SM tak bernyawa, pelaku menguras uang korban — memindahkan saldo Rp2,5 juta ke rekening pribadi dan mengambil uang tunai Rp300 ribu.

“Enggak ada barang yang dibawa, cuma uang doang,” kata Delon dalam video pengakuan yang direkam penyidik saat penangkapan dan beredar pada Selasa (13/1/2026).

Pelarian ke Banten dan Penangkapan

Kasus ini bergerak cepat. Setelah membunuh, Delon kabur ke Banten, mengikuti jejak yang biasa dalam kasus kriminal domestik: kembali ke kampung halaman.

Polisi meringkusnya di depan rumah orang tuanya di Kampung Sanding, Kelurahan Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, pada Minggu (11/1/2026) malam. Ia ditangkap di depan ayahnya yang mengenakan peci hitam — adegan penutup dari pelarian yang berlangsung kurang dari sepekan.

Menurut penyidik, sebelum melarikan diri Delon sempat berniat mengakhiri hidupnya. Temuan cairan pembersih dan sisa muntahan di dekat jasad SM membuat publik bertanya. Polisi memastikan muntahan itu bukan milik korban.

“Itu bekas muntahan si pelaku. Dia mencoba bunuh diri, tetapi tidak sampai meninggal,” ujar Kasat Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Resa Fiardi Marasabessy, saat dikonfirmasi.

Penemuan Jasad dan Benang yang Menarik Kembali

Jasad SM ditemukan pada Rabu (7/1/2026) pukul 20.26 WIB. Kerabat korban mendatangi lokasi setelah ibu korban mengaku tak bisa menghubungi anaknya sejak pagi.

Ketika pintu dibuka, tubuh SM telah kaku. Tidak ada saksi mata yang melihat pembunuhan itu berlangsung. Dalam kasus semacam ini, narasi hanya bisa dirangkai dari barang bukti, telepon seluler, dan mulut pelaku.

Dari video pengakuan, Delon menyebut uang hasil pencurian dipakai untuk ongkos pelarian.

“Saya transferin buat ke sini,” kata dia. Kalimat itu — datar dan tanpa tekanan — menyisakan kesan bahwa bagi pelaku, tindakan itu adalah bagian dari operasi bertahan hidup.

Kekerasan Domestik yang Dibungkam

Kasus ini memberi sorotan baru pada bentuk kekerasan domestik yang terjadi di luar struktur pernikahan formal. Status “istri siri” SM membuat hubungan mereka berada di wilayah abu-abu secara hukum maupun sosial.

Kekerasan dalam relasi semacam ini sering tidak masuk radar lembaga publik, tak dicatat polisi, dan tak disimpan dalam statistik resmi. Ketika konflik meledak, publik baru tahu setelahnya.

SM (23), adalah satu dari banyak perempuan urban yang tinggal dan bekerja di Bekasi — kota yang menjadi rumah bagi pekerja migran, industri jasa, dan tenaga informal.

Di kota seperti ini, kasus kriminalitas domestik kerap tidak berkaitan dengan motif besar, melainkan tekanan ekonomi, relasi kekuasaan, dan keterputusan sosial.

Pelaku kini diamankan di Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lanjutan. Polisi belum mengumumkan pasal lengkap yang akan disangkakan, tetapi kombinasi pembunuhan dan pencurian membuat kasus ini jelas akan bergerak dalam dua jalur: pembunuhan berencana atau spontan, serta pencurian dengan pemberatan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *