Bekasi  

Menyisir Rumah Gelap di Kabupaten Bekasi

Bekasi adalah kawasan industri terbesar di Jawa. Di titik-titiknya berdiri pabrik logam, kendaraan, hingga logistik. Namun di sisi lain, pemerintah daerah mengakui masih ada keluarga yang hidup tanpa aliran listrik.

Petugas PLN melakukan pengecekan listrik. Foto: Ist
Petugas PLN melakukan pengecekan listrik. Foto: Ist

Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai mendata rumah tangga yang belum teraliri listrik. Pendataan ini bukan sekadar statistik, tetapi pintu masuk untuk menghubungkan ribuan warga ke akses listrik melalui program Jabar Caang milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Program tersebut menjanjikan pemasangan listrik gratis bagi warga berpenghasilan rendah.

“Memang masih ada yang belum tersambung akses listrik. Namun untuk data riilnya kami belum dapat,” kata Sekretaris Bappeda Kabupaten Bekasi, Didik Setiadi, Kamis (15/1/2026).

Gelap di Tengah Kabupaten Industri

Bekasi adalah kawasan industri terbesar di Jawa. Di titik-titiknya berdiri pabrik logam, kendaraan, hingga logistik. Namun di sisi lain, pemerintah daerah mengakui masih ada keluarga yang hidup tanpa aliran listrik. Tidak ada jumlah pasti di meja Bappeda, karena pendataan masih berlangsung di tingkat desa.

Pendataan dilakukan bersama kecamatan, pemerintah desa, dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat. Mereka menyisir warga yang masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Syarat administrasi pun tidak sederhana: fotokopi KTP, KK, SKTM, SPPT, hingga surat keterangan tambahan bagi mereka yang menetap di atas Tanah Kas Desa (TKD).

Sederet syarat itu perlu karena penerima manfaat harus memiliki kepemilikan yang sah atas tempat tinggal. Program provinsi tidak menanggung sambungan di lahan sengketa atau hunian sementara.

“Yang sudah tercatat nanti akan berkomunikasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat wilayah 3 Purwakarta,” ujar Didik.

Jejak 2025: 4.511 Keluarga Tersambung

Program Jabar Caang bukan baru muncul tahun ini. Sepanjang 2025, Bappeda mencatat 4.511 kepala keluarga di Kabupaten Bekasi mendapat bantuan sambungan listrik gratis.

Mereka tersebar di 22 kecamatan dan 139 desa. Dengan laju seperti itu, pemerintah daerah meyakini ada sisa rumah tangga yang belum terjamah.

Meski angka penerima bantuan cukup besar, pemerintah daerah mengakui tidak punya peta lengkap soal distribusi rumah tangga yang masih hidup tanpa listrik. Pendataan tahun ini diharapkan memberi gambaran itu untuk pertama kalinya.

Politik Listrik dan Kualitas Hidup

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin, meminta pemerintah daerah lebih aktif mendorong pendataan. Baginya, listrik bukan hanya soal lampu menyala, tetapi akses menuju peningkatan kualitas hidup.

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang belum tersentuh listrik,” ujarnya.

Listrik telah lama menjadi indikator kesejahteraan rumah tangga. Tanpanya, pekerjaan rumah tertunda, anak-anak belajar di bawah cahaya redup, dan alat elektronik tak bisa hadir sebagai penopang mobilitas sosial. Tidak adanya listrik di Kabupaten Bekasi—wilayah dengan ribuan industri dan investasi triliunan—membentuk ironi tersendiri.

Menunggu Konklusi Data

Pendataan diperkirakan selesai dalam beberapa pekan. Setelah itu, bola akan bergulir ke Pemprov Jawa Barat melalui Dinas ESDM. Seberapa besar gap rumah gelap di Kabupaten Bekasi baru akan terlihat setelah pemerintah rampung menyisirnya.

Untuk sementara, pemerintah daerah hanya mengakui fakta yang selama ini jarang masuk berita: bahwa di Kabupaten Bekasi, masih ada keluarga yang hidup tanpa listrik.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Syafira Y.M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *