Bekasi  

SPPG Klarifikasi Menu “Kering” Program MBG yang Viral: Terjadi Kesalahpahaman Distribusi

Kontroversi bermula Kamis, 15 Januari 2026, ketika salah satu wali murid mengunggah paket menu MBG berisi pisang, potongan ubi ungu, serta susu kental manis dalam plastik.

Bekasi - Unggahan menu MBG oleh akun akun TikTok @gurabihi_kyodai4349
Unggahan menu MBG oleh akun akun TikTok @gurabihi_kyodai4349

Kota Bekasi — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Mustika Jaya, Mustikasari 4, Kota Bekasi, Ageng Wicaksono, buka suara soal video viral menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran dan ekspektasi gizi.

Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai fakta di lapangan dan muncul akibat kesalahpahaman teknis distribusi.

Kontroversi bermula Kamis, 15 Januari 2026, ketika salah satu wali murid mengunggah paket menu MBG berisi pisang, potongan ubi ungu, serta susu kental manis dalam plastik.

Video tersebut memicu reaksi publik setelah dikaitkan dengan anggaran MBG sebesar Rp15 ribu per anak per hari.

Menurut Ageng, pada hari itu terdapat dua jenis menu yang dikirim ke MI Nurul Anwar, yakni menu basah dan menu kering, yang seharusnya dikonsumsi untuk dua hari.

“Ada kesalahpahaman terkait menu saat itu karena memang hari Jumat tidak ada distribusi, jadi paket hari Sabtu maju menjadi Kamis,” ujar Ageng, Senin (19/1/2026).

Ia juga memaparkan menu basah yang diberikan pada Kamis, berupa spageti saus daging bolognese, tahu krispi, sawi hijau, wortel, dan jeruk. Menu basah tersebut dinilai telah memenuhi elemen gizi yang lebih lengkap dibanding menu kering yang viral.

Mediasi dengan Wali Murid

SPPG mengakui bahwa komunikasi antara penyelenggara dengan orang tua murid belum optimal, terutama soal perbedaan jenis menu serta tujuan menu kering sebagai pengganti distribusi di hari tanpa layanan.

Usai unggahan viral, SPPG menggelar diskusi dan mediasi dengan pihak sekolah serta wali murid.

“Situasi kini telah kondusif dan aman, serta semua pihak sudah menyepakati untuk berdamai agar masalah itu tidak berlarut-larut,” kata Ageng.

Evaluasi & Perbaikan Program

Evaluasi internal disebut telah dilakukan. Fokusnya pada penguatan sosialisasi kepada orang tua murid agar publik memahami sistem distribusi, variasi menu, dan pembagian menu basah serta menu kering.

Beberapa poin tambahan terkait keberlanjutan program MBG juga dicatat sebagai bahan pembenahan.

Program MBG di Kota Bekasi sebelumnya menuai dukungan sekaligus sorotan publik karena melibatkan alokasi anggaran besar dan menyasar kelompok pelajar sebagai sasaran gizi. Kasus di Mustikasari menjadi salah satu uji awal transparansi dan tata kelola program di tingkat layanan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Shyna S.V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *