Kabupaten Bekasi — Sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi masih terendam banjir hingga Minggu (25/1/2026). Dampak banjir yang berlangsung hampir sepekan mulai memicu masalah kesehatan bagi warga terdampak, terutama di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi.
Ketua Relawan Gesit Bekasi, Abdul Latief, mengatakan ratusan warga yang terdampak banjir mulai terserang penyakit infeksi kulit dan demam. Mereka terdiri dari warga yang bertahan di rumah maupun yang mengungsi di Masjid Al Muhajirin.
“Antusiasme warga untuk berobat sangat tinggi, tapi kondisi fisik mereka terus menurun karena terpapar air banjir berhari-hari,” ujar Latief.
Tim medis menemukan kasus infeksi yang cukup berat. “Tadi ada seorang anak dengan bintik-bintik merah di sekujur badan. Kami evakuasi ke rumah sakit karena khawatir demam tinggi nanti malam,” kata Latief.
Sejak banjir melanda akhir pekan lalu, ratusan warga memilih mengungsi ke masjid. Banjir sempat surut pada Senin pekan kemarin, namun kembali menggenang pada Kamis (22/1/2026). Menurut warga, air mulai surut sejak Minggu pagi, namun meninggalkan lumpur dan lingkungan lembap yang memperbesar potensi penyakit kulit.
Di lokasi pengungsian, puluhan warga—didominasi ibu dan anak—mengantre mendapatkan layanan medis gratis. Stok obat-obatan yang dibawa relawan cepat menghabis.
“Obat sampai habis, bahkan obat masuk angin juga tidak ada. Kami kekurangan obat-obatan, pakaian anak, dan pampers,” kata Latief.
Kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi obat gatal dan obat penurun demam. Selain pengobatan, Relawan Gesit membuka dapur umum dan Posko Hangat.
Total lebih dari 700 porsi makanan siap saji telah dibagikan, terdiri dari 400 porsi mi instan dan 300 porsi nasi bungkus. Sekitar 300 selimut disalurkan ke pengungsi dan trauma healing diberikan bagi anak-anak.
Meski bantuan relawan dan swasta terus berdatangan, warga masih menunggu intervensi pemerintah daerah untuk bantuan medis lanjutan. Tinan, 36 tahun, warga Sukamekar, mengaku mengalami gatal-gatal akibat kutu air. “Yang dibutuhkan sekarang alat kebersihan dan obat-obatan,” katanya.
Relawan menilai tren penyakit kemungkinan meningkat jika pemerintah daerah tidak segera memperkuat bantuan kesehatan primer di lokasi banjir, terutama pada kelompok rentan seperti anak dan lansia.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Adinda Fitria Yasmin)













