Kabupaten Bekasi — Kabupaten Bekasi masih bergulat dengan banjir akibat cuaca ekstrem yang tak kunjung reda. Hingga Jumat, 30 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 173 titik banjir masih merendam 16 kecamatan.
Bencana kali ini disebut sebagai salah satu yang paling melelahkan bagi warga karena terjadi secara berulang dalam waktu singkat. Sejumlah wilayah bahkan mengalami siklus banjir hingga tiga kali.
“Jadi ada satu titik yang mengalami banjir sampai tiga kali. Surut, banjir lagi, surut, banjir lagi,” ujar Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Jumat (30/1/2026).
Asep menjelaskan, kondisi tersebut dipicu curah hujan yang tetap tinggi saat genangan belum sepenuhnya surut. Akibatnya, sistem drainase dan sungai tidak mampu menampung debit air susulan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengerahkan seluruh perangkat daerah untuk membantu penanganan banjir. Aparatur sipil negara ditugaskan sebagai liaison officer (LO) di lokasi terdampak, bekerja bersama TNI, Polri, BPBD Provinsi Jawa Barat, PMI, Baznas, serta relawan kebencanaan.
“Kami mengerahkan seluruh perangkat daerah untuk turun langsung membantu warga terdampak,” kata Asep. Ia juga menyerukan dukungan dunia usaha dan masyarakat luas untuk membantu korban banjir.
Sebaran Terluas di Babelan dan Tambun Utara
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bekasi menunjukkan banjir berdampak pada puluhan ribu keluarga. Kecamatan Babelan menjadi wilayah dengan sebaran terluas, mencakup delapan desa dan kelurahan, yakni Buni Bakti, Muara Bakti, Hurip Jaya, Kedungjaya, Kedung Pengawas, Babelan Kota, Kelurahan Bahagia, dan Kelurahan Kebalen.
Di Kecamatan Tambun Utara, banjir merendam enam desa: Satria Mekar, Srimukti, Srijaya, Sriamur, Satria Jaya, dan Karang Satria. Kecamatan Cabangbungin juga terdampak di enam desa, antara lain Lenggahsari, Jayalaksana, Sindang Jaya, Jayabakti, Sindangsari, dan Setialaksana.
Banjir turut menggenangi lima desa di Kecamatan Cibitung, yakni Muktiwari, Wanajaya, Sarimukti, Sukajaya, dan Kelurahan Wanasari. Di Kecamatan Tarumajaya, empat desa terdampak: Samuderajaya, Segaramakmur, Segarajaya, dan Pusaka Rakyat.
Empat desa di Kecamatan Muaragembong — Pantai Harapan Jaya, Jayasakti, Pantai Mekar, dan Pantai Bahagia — juga masih terendam. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Sukakarya (Sukajadi, Sukalaksana, Sukakarsa, Sukakarya), Kecamatan Pebayuran (Karangharja dan Karangsegar), serta Kecamatan Karangbahagia (Sukaraya dan Karangsentosa).
Selain itu, genangan tercatat di Desa Sukabakti (Tambelang), Desa Sukadarma (Sukatani), Desa Bojongsari (Kedungwaringin), Desa Labansari (Cikarang Timur), Desa Karangbaru dan Cikarang Kota (Cikarang Utara), Desa Sukamekar (Sukawangi), serta Kelurahan Jatimulya (Tambun Selatan).
Hingga berita ini ditulis, BPBD masih melakukan evakuasi, distribusi logistik, serta pemantauan debit air di sejumlah titik rawan, seiring potensi hujan yang masih tinggi di wilayah hulu dan pesisir utara Bekasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Zachra Mutiara Medina)












