Kota Bekasi — Ratusan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi demonstrasi menolak operasional Bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken) yang baru saja diluncurkan di Stadion Patriot Candrabhaga, Selasa (10/2/2026).
Bagi para sopir, kehadiran moda baru itu bukan sekadar tambahan pilihan transportasi publik, melainkan ancaman langsung terhadap dapur mereka.
Di antara kerumunan sopir yang memadati Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Gani (14), sopir angkot nomor 25 yang telah 14 tahun menarik setoran, menyuarakan kegelisahannya.
Ia menyebut penghasilan sopir angkot kini telah anjlok hingga 70 persen, terutama pada trayek yang bersinggungan langsung dengan rute Trans Beken.
“Setelah rencana ini berjalan, mohon maaf, sekitar 70 persen sewa kami sudah hilang. Angkot-angkot pada mengeluh, khususnya angkot 11 dan angkot 25. Anak istri kami perlu makan, Pak,” kata Gani.
Menurut dia, rute Trans Beken dinilai “bertabrakan” dengan jalur angkot yang selama ini menjadi tumpuan hidup para pengemudi. Di tengah kondisi ekonomi yang sudah berat, tambahan persaingan dinilai membuat sopir semakin kesulitan mengejar setoran harian.
“Benturan banget, Pak. Sekarang kami sebagai sopir angkot sudah susah cari setoran. Kalau ditambah lagi Trans Beken masuk, kami mau makan apa?” ujarnya.
Dari Masa “Jaya” ke Bertahan Hidup
Gani membandingkan kondisi saat ini dengan masa sebelum maraknya transportasi berbasis aplikasi dan layanan bus modern. Ia menyebut, dulu sopir angkot masih bisa membawa pulang pendapatan yang cukup stabil.
Kini, untuk memperoleh Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari saja, menurutnya, menjadi perkara sulit.
“Sekarang mau nyari Rp100 ribu susah, Rp50 ribu aja kadang nggak dapat. Kontrakan kami sering telat bayar,” ucapnya.
Perubahan lanskap transportasi perkotaan memang telah menggeser pola mobilitas warga.
Kehadiran ojek dan taksi online, ditambah moda bus berpendingin udara dengan tarif terjangkau, mempersempit ruang angkot konvensional yang selama ini mengandalkan sistem setoran.
Dalam skema tersebut, sopir tetap wajib menyetor sejumlah uang kepada pemilik kendaraan, terlepas dari berapa pun penumpang yang didapat.
Soal Sosialisasi dan Ruang Dialog
Para sopir mengaku tidak pernah menerima sosialisasi resmi terkait rencana peluncuran Trans Beken. Informasi mengenai uji coba dan peresmian bus, kata mereka, diketahui secara mendadak.
“Kami tahunya mendadak mobil Trans Beken mau jalan, mau launching. Tidak ada sosialisasi ke kami,” ujar Gani.
Dalam aksinya, para sopir menuntut agar Trans Beken tidak dioperasikan sebelum ada kejelasan kebijakan dan solusi konkret bagi angkot.
Mereka meminta pemerintah membuka ruang dialog serta mempertimbangkan skema integrasi, termasuk kemungkinan konversi angkot ke dalam sistem transportasi baru.
“Kami cuma minta keadilan. Kami cari duit Rp1.000–Rp2.000 di jalan, bukan nyari Rp100 ribu atau Rp200 ribu. Kami ini rakyat kecil,” katanya.
Gani menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi, bukan upaya menghambat pembangunan. Namun ia memperingatkan, jika tuntutan tak direspons, para sopir siap melakukan mogok massal.
“Ini suara kami. Kalau belum dipenuhi, Trans Beken jangan jalan. Kami cari makan, bukan maling,” ujarnya.
Modernisasi dan Risiko Ketimpangan
Peluncuran Trans Beken merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi membangun sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi dan modern.
Namun di banyak kota, transformasi transportasi kerap memunculkan ketegangan antara kebijakan publik dan keberlangsungan ekonomi pelaku lama.
Tanpa skema transisi—seperti subsidi konversi, integrasi trayek, atau pola kemitraan—modernisasi bisa memunculkan resistensi sosial.
Di Bekasi, peluncuran armada baru itu kini beriringan dengan tuntutan para sopir yang merasa ruang hidupnya semakin menyempit. Bagi mereka, persoalan ini bukan semata soal rute, melainkan soal bertahan hidup di tengah perubahan zaman.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Septian)












