Kota Bekasi – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Cileungsi dan Cikeas membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi meningkatkan pemantauan ketinggian air di titik pertemuan P2C (Pertemuan Cileungsi-Cikeas), Rabu (11/2/2026).
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, mengatakan peningkatan debit air di hulu berdampak pada naiknya volume air yang mengalir menuju Kali Bekasi. Saat ini, ketinggian air di P2C berada pada status Siaga 3.
“P2C itu pertemuan aliran Cileungsi dan Cikeas. Kalau sudah menyentuh 450 sentimeter atau lebih, biasanya air mulai mengalir deras ke bawah dan berpotensi berdampak ke wilayah Bekasi Timur dan Bekasi Utara, seperti Kampung Lengkak dan Teluk Pucung,” ujar Idham.
Menurutnya, sistem peringatan dini kini dibedakan berdasarkan level kewaspadaan. Pada status Siaga 3 dan Siaga 2, informasi disampaikan melalui pemberitahuan suara sebagai langkah antisipasi agar warga tidak panik. Sementara itu, sirene peringatan akan dibunyikan jika status meningkat ke Siaga 1.
“Sekarang masih sebatas pemberitahuan. Kalau sudah Siaga 1, baru sirene dibunyikan sebagai tanda bahaya. Dulu sempat warga kaget karena sirene tiba-tiba berbunyi, sekarang kita atur supaya bertahap,” jelasnya.
BPBD juga memprediksi waktu tempuh aliran air dari hulu menuju wilayah hilir Kota Bekasi berkisar antara dua hingga tiga jam, tergantung intensitas hujan dan debit kiriman dari atas.
“Kalau dari P2C menuju hilir Bekasi biasanya sekitar dua sampai tiga jam. Saat ini kondisi di hulu masih hujan. Awalnya deras, makanya Cileungsi dan Cikeas sudah mengalami kenaikan,” katanya.
Idham menambahkan, kenaikan debit di dua sungai hulu tersebut otomatis meningkatkan volume air di Kali Bekasi, mengingat keduanya merupakan sumber utama aliran sungai yang melintasi Kota Bekasi.
BPBD Kota Bekasi terus memantau perkembangan tinggi muka air secara berkala dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Warga yang tinggal di bantaran Kali Bekasi diimbau tetap waspada, menyiapkan langkah antisipasi, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah setempat.
“Yang jelas kami terus monitor. Mudah-mudahan tidak sampai ke Siaga 1, tapi warga bantaran tetap harus siaga,” tutup Idham.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Septian)













