Kabupaten Bekasi — Lebih dari setahun setelah diterjang angin puting beliung pada Oktober 2024, Stadion Wibawamukti di Cikarang, Kabupaten Bekasi, akhirnya memasuki fase rehabilitasi besar.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk memulihkan sekaligus meningkatkan kualitas stadion yang selama ini menjadi ikon olahraga daerah tersebut.
Kerusakan paling parah terjadi pada atap tribun barat sepanjang kurang lebih 100 meter. Struktur baja penyangga dan penutup atap mengalami kerusakan signifikan, memaksa pengelola membatasi penggunaan sejumlah area stadion demi alasan keselamatan.
Kepala UPTD Stadion Wibawamukti, Mirza Swandaru Riyatno, mengatakan rehabilitasi kali ini tidak hanya bersifat perbaikan, tetapi juga peningkatan standar fasilitas.
“Kerusakan akibat bencana menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Tidak hanya memperbaiki, tapi juga meningkatkan kualitas agar sesuai standar internasional,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Dari Pemulihan ke Peningkatan Standar
Program rehabilitasi mencakup pembaruan rumput lapangan, perbaikan sistem drainase, peningkatan instalasi kelistrikan dan pencahayaan, hingga pembenahan sarana pendukung seperti ruang ganti, tribun, dan fasilitas keselamatan. Standar yang dirujuk, menurut Mirza, mengacu pada ketentuan federasi sepak bola nasional dan internasional.
Upaya ini menjadi penting mengingat Stadion Wibawamukti sebelumnya kerap digunakan untuk pertandingan sepak bola nasional, termasuk kompetisi Liga 1 dan ajang olahraga multi-event. Dalam beberapa tahun terakhir, stadion ini juga menjadi pusat pembinaan atlet daerah serta venue berbagai kegiatan masyarakat berskala besar.
Namun pascabencana 2024, aktivitas stadion menurun drastis. Sejumlah agenda terpaksa dipindahkan ke lokasi lain karena pertimbangan keamanan dan kelayakan fasilitas.
Target penyelesaian proyek ditetapkan pada September 2026. Pemerintah berharap setelah rampung, stadion dapat kembali difungsikan secara optimal dan bahkan bersaing menjadi tuan rumah pertandingan resmi tingkat nasional maupun internasional.
Dampak Ekonomi dan Citra Daerah
Bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi, rehabilitasi stadion bukan sekadar proyek infrastruktur. Stadion Wibawamukti dipandang sebagai simpul ekonomi kawasan. Setiap penyelenggaraan pertandingan besar atau konser musik, misalnya, mampu menggerakkan sektor informal—dari pedagang kaki lima, transportasi, hingga perhotelan.
Dukungan anggaran dari pemerintah pusat dinilai strategis dalam mempercepat pemulihan fungsi stadion sekaligus memperkuat citra Kabupaten Bekasi sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga di Jawa Barat.
Selain itu, peningkatan standar fasilitas diharapkan berdampak pada pembinaan atlet lokal. Infrastruktur yang memenuhi standar keselamatan dan kualitas rumput yang baik dinilai berkontribusi langsung pada performa dan keamanan pemain.
Momentum Evaluasi Tata Kelola
Rehabilitasi ini juga membuka ruang evaluasi terhadap tata kelola stadion, terutama dalam aspek mitigasi risiko bencana. Kabupaten Bekasi termasuk wilayah yang kerap terdampak cuaca ekstrem, sehingga desain konstruksi ke depan perlu memperhitungkan ketahanan struktur terhadap angin kencang dan hujan intensitas tinggi.
Jika proyek berjalan sesuai target, Stadion Wibawamukti tidak hanya pulih dari kerusakan fisik, tetapi juga bertransformasi menjadi fasilitas olahraga modern yang lebih aman dan kompetitif.
Dengan anggaran Rp40 miliar dan tenggat penyelesaian pada kuartal ketiga 2026, pemerintah menaruh harapan besar pada kebangkitan stadion tersebut—bukan hanya sebagai arena pertandingan, melainkan sebagai simbol kebanggaan dan penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Bekasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Adinda Fitria Yasmin)












