Bekasi  

MOSC dan KONI Kota Bekasi Sepakati Layanan Cedera untuk Porprov Jabar

Kota Bekasi - Penandatanganan kerja sama antara Mitra Orphys Sports Clinic (MOSC) dan KONI Kota Bekasi digelar di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, Jumat (13/2/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Penandatanganan kerja sama antara Mitra Orphys Sports Clinic (MOSC) dan KONI Kota Bekasi digelar di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, Jumat (13/2/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Kota Bekasi memperkuat persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026 dengan menggandeng layanan kesehatan cedera olahraga.

Penandatanganan kerja sama antara Mitra Orphys Sports Clinic (MOSC) dan KONI Kota Bekasi digelar di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, Jumat (13/2/2026).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi menjaga performa atlet Kota Bekasi yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat XV 2026 pada 7–20 November 2026.

Bekasi akan menjadi tuan rumah bersama Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang sebagai daerah pendukung.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Bekasi, Arwani, mengatakan pemerintah daerah akan mengirimkan sekitar 1.400 atlet dengan target masuk tiga besar klasemen akhir.

Ia menyebut periode persiapan panjang sejak Februari hingga November rentan memunculkan cedera.

“Dari Februari sampai November pastinya para atlet akan mengalami beberapa kendala, salah satunya cedera. Maka dari itu kami membutuhkan kolaborasi dengan mitra swasta seperti MOSC,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kota Bekasi ini.

Ia menilai pendekatan medis modern diperlukan untuk menjaga konsistensi performa tuan rumah.

Direktur Mitra Keluarga Cibubur, dr. Sri Widiyaningsih, menyatakan pihaknya siap menjadi mitra strategis dalam membangun sistem dukungan medis yang terstruktur. Menurut dia, pelayanan cepat, aman, dan terarah menjadi kunci agar atlet pulih optimal.

“Kami memastikan atlet memperoleh penanganan dari fase awal cedera hingga rehabilitasi penuh. Tujuannya jelas yakni atlet pulih dengan benar dan kembali bertanding dengan kesiapan fisik optimal,” katanya.

Regional Direktur MOSC, dr. Arina, menambahkan kliniknya mengedepankan pendekatan terintegrasi, mulai dari asesmen kondisi, perencanaan terapi, rehabilitasi bertahap, hingga program penguatan terukur.
Fokus lain adalah pencegahan cedera dan mekanisme return-to-play yang aman agar risiko kambuh dapat ditekan.

Sementara itu, dokter spesialis ortopedi konsultan cedera olahraga, dr. IGM Febry Siswanto, mengingatkan bahwa cedera otot, tendon, dan sendi menjadi kasus dominan dalam berbagai cabang olahraga. Ia menekankan pentingnya evaluasi fungsional sebelum atlet kembali bertanding.

“Return to play harus berbasis evaluasi fungsional meliputi kekuatan, stabilitas, dan performa, bukan sekadar rasa sakit hilang,” ujarnya.

Dengan sistem pendampingan medis yang lebih disiplin dan modern, Pemerintah Kota Bekasi berharap peluang meraih medali di kandang sendiri semakin terbuka. Target tiga besar menjadi tolok ukur ambisi tuan rumah dalam pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *