Kabupaten Bekasi – Fenomena perang sarung yang kembali marak pada malam hari menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Aktivitas yang awalnya dikenal sebagai tradisi permainan Ramadan kini dinilai kerap berujung pada aksi kekerasan hingga tawuran antar remaja.
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Perang sarung yang mengarah pada kekerasan tidak dapat dibenarkan. Ini bukan lagi sekadar permainan, tapi sudah berpotensi menimbulkan korban,” ujar Sumarni, Minggu (22/2/2026).
Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan
Sumarni mengimbau seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya pada malam hari selama Ramadan.
“Kami minta orang tua memastikan anak-anaknya sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB. Jangan sampai lengah. Pengawasan keluarga adalah kunci utama,” tegasnya.
Menurutnya, banyak kasus bentrokan remaja berawal dari aktivitas berkumpul tanpa pengawasan yang kemudian berkembang menjadi konflik.
“Awalnya mungkin hanya kumpul-kumpul, lalu saling ejek, kemudian tersulut emosi. Dari situ bisa berkembang menjadi tawuran. Ini yang harus kita cegah bersama,” tuturnya.
Patroli Ditingkatkan di Titik Rawan
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, kepolisian akan meningkatkan patroli malam di sejumlah titik yang telah dipetakan sebagai lokasi rawan.
“Kami sudah petakan lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul. Patroli akan terus kami intensifkan,” ujarnya.
Selain peran keluarga, masyarakat juga diminta aktif melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau kerumunan remaja yang berpotensi memicu keributan. Laporan dapat disampaikan melalui layanan 110, petugas keamanan lingkungan, maupun Polsek terdekat.
“Keamanan itu tanggung jawab kita bersama. Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Butuh peran orang tua, RT/RW, tokoh masyarakat, dan seluruh warga,” jelas Sumarni.
Jangan Sampai Ada Korban
Lebih jauh, ia mengingatkan dampak perang sarung tidak bisa dianggap remeh. Permainan yang disalahartikan dan berubah menjadi kekerasan bisa berujung pada luka serius bahkan korban jiwa.
“Jangan sampai ada korban luka, apalagi sampai merenggut nyawa. Hanya karena permainan yang disalahartikan, masa depan anak-anak bisa hancur,” katanya.
Sumarni berharap imbauan tersebut menjadi perhatian bersama agar situasi kamtibmas selama Ramadan tetap aman dan kondusif.
“Kami ingin Ramadan berjalan aman dan nyaman. Jangan nodai dengan aksi kekerasan,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












