Kota Bekasi – Summarecon Bekasi bersiap memacu penjualan properti sepanjang 2026 melalui optimalisasi produk eksisting dan peluncuran proyek baru. Pengembang kawasan terpadu ini optimistis kinerja penjualan akan terdongkrak seiring semakin lengkapnya fasilitas kota mandiri yang mereka bangun selama 15 tahun terakhir.
Salah satu andalan tahun ini adalah klaster rumah supermewah Soultan Island. Setelah 20 unit terjual, Summarecon menargetkan tambahan penjualan sekitar 30 unit sepanjang tahun, dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp400 miliar.
Executive Director Summarecon Bekasi, Magdalena Juliati, mengatakan pengembangan 2026 difokuskan pada klaster premium tersebut.
“Tahun ini, pengembangan difokuskan pada klaster Soultan. Seiring naiknya kelas Summarecon Bekasi, kami juga ingin meningkatkan kualitas dan segmen huniannya,” ujarnya dalam acara buka bersama wartawan di Outbreak Signature Restaurant & Billiard, Senin (23/2/2026).
Dikembangkan Bertahap, Serah Terima 2027

Soultan Island pertama kali diperkenalkan melalui soft launching pada 23 Juli 2025. Klaster ini dibangun di atas lahan 8 hektare dengan total 110 unit rumah supermewah serta fasilitas klaster seluas 3.000 meter persegi.
Saat dirilis, harga hunian dibanderol mulai Rp9,3 miliar hingga Rp29,5 miliar. Pemasarannya dilakukan bertahap dalam dua tahun. Sebanyak 20 unit saat ini telah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan serah terima pada September 2027.
Magdalena menyebut minat pasar terhadap Soultan Island cukup besar, meski belum seluruh permintaan berujung transaksi. Untuk menarik segmen high-end, Summarecon membuka opsi kustomisasi desain sesuai preferensi konsumen.
Incar Penghuni Rumah Lahan Besar
Peluncuran Soultan Island dinilai bukan sekadar eksperimen pasar. Menurut Magdalena, terdapat ceruk pembeli potensial dari kalangan penghuni rumah berkapasitas lahan besar di luar kawasan yang ingin pindah ke township terintegrasi, asalkan tersedia hunian berukuran luas dan berkelas.
Secara desain, Soultan Island mengusung gaya modern tropis dan dirancang eksklusif oleh Thomas B. Elliot, arsitek internasional yang dikenal menangani proyek hunian ultra-mewah.
Tiga tipe rumah ditawarkan, yakni tipe Yellow: Luas tanah 300 m², luas bangunan 374 m². Tipe Green: Luas tanah 350 m², luas bangunan 419 m². Tipe Blue: Luas tanah 600 m², luas bangunan 498 m²
Siapkan Proyek Baru dan Revitalisasi Kawasan
Selain Soultan Island, Summarecon Bekasi menyiapkan dua hingga tiga proyek baru tahun ini, terdiri dari hunian dan komersial. Namun, detail segmen harga masih dirahasiakan.
Magdalena menegaskan, sejak awal kawasan ini dirancang sebagai kota metropolitan, bukan sekadar perumahan. Dalam 15 tahun pengembangan, Summarecon Bekasi diklaim menjadi salah satu benchmark properti di Bekasi dan sekitarnya.
“Kami terus memperkuat kawasan agar benar-benar berkembang menjadi kota metropolitan. Fokusnya bukan hanya hunian, tetapi juga pemenuhan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Sejumlah revitalisasi infrastruktur juga terus dilakukan, mulai dari penataan ulang boulevard utama dengan lanskap pohon palem, overlay jalan, hingga rencana pembaruan flyover agar lebih representatif. Tahap pengerjaan telah dimulai sejak November tahun lalu dan ditargetkan rampung pertengahan tahun ini.
Dengan strategi penguatan segmen premium serta pembenahan kawasan, Summarecon Bekasi berharap mampu menjaga momentum penjualan di tengah dinamika pasar properti yang semakin selektif.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












