Bekasi  

Hanya Susu, Jeruk, dan Roti untuk Tiga Hari, Paket MBG di PAUD Wisma Jaya Diprotes Orang Tua

Kota Bekasi - Menu MBG salah satu PAUD di Bekasi Timur menyediaan tiga susu, jeruk dan roti untuk tiga hari. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Menu MBG salah satu PAUD di Bekasi Timur menyediaan tiga susu, jeruk dan roti untuk tiga hari. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kawasan Wisma Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, menuai protes dari orang tua murid.

Paket makanan yang dibagikan kepada siswa pada Selasa (24/2) dinilai tidak layak karena hanya berisi susu kotak ukuran kecil, jeruk, dan roti kemasan yang disebut sebagai jatah selama tiga hari.

Seorang wali murid berinisial NFS (36) mengaku kecewa dengan isi paket MBG yang diterima anaknya. Paket tersebut terdiri dari tiga kotak susu ukuran 110 mililiter, tiga buah jeruk, serta satu roti kemasan.

Menurut NFS, paket makanan tersebut dinilai jauh dari konsep makan bergizi gratis yang selama ini disosialisasikan sebagai program pemenuhan gizi anak sekolah.

“Biasanya tidak seperti ini. Anak-anak dapat makanan yang lebih layak dan siap makan. Tapi sekarang hanya susu tiga kotak, jeruk tiga buah, sama satu roti, itu katanya untuk tiga hari,” kata NFS, Rabu (25/2/2026).

Ia menilai jumlah makanan yang diberikan tidak sebanding dengan kebutuhan gizi anak usia dini. Jika dibagi untuk tiga hari, porsi yang diterima siswa dianggap terlalu minim dan tidak mencerminkan standar makanan bergizi.

Menurut dia, jika paket tersebut memang dimaksudkan untuk tiga hari, seharusnya jenis dan jumlah makanan lebih beragam agar dapat memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Kalau untuk satu hari mungkin masih bisa dibilang tambahan. Tapi kalau ini untuk tiga hari jelas kurang. Namanya makan bergizi gratis harusnya benar-benar memenuhi kebutuhan anak,” ujarnya.

Selain menyoroti jumlah makanan, NFS juga mempertanyakan kebijakan pembagian paket sekaligus untuk beberapa hari. Sebelumnya, makanan MBG biasanya dibagikan dalam bentuk siap santap di sekolah.

Perubahan mekanisme pembagian tersebut dinilai membingungkan orang tua murid karena tidak disertai penjelasan yang jelas dari pihak penyelenggara.

“Biasanya anak makan langsung di sekolah. Sekarang dibawa pulang untuk tiga hari, kami juga bingung kenapa berubah,” katanya.

Ia juga mengkhawatirkan daya tahan makanan yang dibagikan, terutama roti kemasan yang memiliki masa simpan terbatas jika tidak segera dikonsumsi.

“Kalau dibagi sekaligus begini, takutnya makanan tidak tahan lama. Apalagi roti ada batas kedaluwarsanya, kalau lewat bisa basi,” ujarnya.

NFS berharap pihak sekolah maupun penyelenggara program MBG dapat memberikan penjelasan terbuka terkait perubahan sistem pembagian makanan tersebut.

Menurutnya, para orang tua pada dasarnya mendukung program MBG karena dinilai membantu pemenuhan gizi anak-anak. Namun, pelaksanaannya diharapkan tetap memperhatikan kualitas serta kecukupan makanan yang diberikan.

“Kami mendukung programnya, tapi jangan sampai pelaksanaannya asal-asalan. Kasihan anak-anak kalau gizinya tidak terpenuhi,” tuturnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *