Kota Bekasi — Pemerintah memastikan stok bahan pangan selama Ramadan dalam kondisi aman. Namun di balik ketersediaan yang terjaga, sejumlah harga komoditas mulai merangkak naik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, Karto, menyebut secara umum pasokan cabai dan bawang masih relatif stabil.
“Kalau sampai hari ini harga cabai di pasar tradisional masih kisaran Rp45 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram. Bawang merah dan bawang putih juga relatif aman,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Pernyataan ini memberi sinyal bahwa distribusi bahan pokok menjelang Ramadan belum mengalami gangguan berarti.
Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu
Meski begitu, tidak semua komoditas berada dalam zona nyaman. Cabai rawit merah justru melonjak tajam hingga Rp100 ribu per kilogram, dari harga normal sekitar Rp40 ribu.
Lonjakan lebih dari dua kali lipat ini menjadi perhatian, mengingat cabai rawit termasuk komoditas sensitif yang cepat memicu inflasi pangan.
Selain itu, harga daging segar kini menembus Rp140 ribu per kilogram. Kenaikan ini lazim terjadi menjelang Ramadan, ketika permintaan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner meningkat signifikan.
“Daging segar sudah Rp140 ribu dan cabai rawit memang sudah tinggi sekarang, di ratusan ribu,” kata Karto.
Distribusi Jadi Kunci
Untuk mencegah lonjakan lebih lanjut, DKPPP akan memperkuat koordinasi dengan pemasok dan jalur distribusi utama.
Sebagian besar pasokan pasar tradisional Kota Bekasi bergantung pada Pasar Induk Cibitung, selain juga dari supplier yang mengambil langsung dari petani.
Jika pasokan dari sentra produksi tersendat atau cuaca mengganggu panen, harga di tingkat konsumen bisa terdampak cepat.
Karena itu, strategi pengendalian difokuskan pada menjaga kelancaran distribusi, memastikan stok di pasar cukup, mengantisipasi potensi panic buying.
Ramadan dan Pola Kenaikan Musiman
Secara historis, Ramadan memang identik dengan kenaikan harga komoditas tertentu. Pola konsumsi berubah, permintaan meningkat, sementara pasokan belum tentu langsung menyesuaikan.
Komoditas yang biasanya sensitif ialah cabai (terutama rawit merah), daging sapi dan ayam, telur dan bawang.
Meski stok dinyatakan aman, tantangan sesungguhnya ada pada stabilitas harga, bukan sekadar ketersediaan barang.
Perlu Intervensi Pasar?
Jika harga terus menanjak, opsi intervensi seperti operasi pasar atau subsidi distribusi bisa menjadi langkah lanjutan.
Namun untuk saat ini, Pemkot Bekasi masih mengandalkan koordinasi distribusi sebagai instrumen utama pengendalian.
Bagi masyarakat, situasi ini berarti perlu lebih cermat mengatur belanja. Sementara bagi pemerintah, menjaga keseimbangan antara pasokan dan daya beli menjadi ujian klasik setiap Ramadan.
Stok boleh aman, tapi harga yang mulai “pedas” tetap menjadi catatan. Terutama jika tren kenaikan tak segera terkendali menjelang puncak kebutuhan Idulfitri.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












