Bekasi  

Polisi Turunkan Anjing Pelacak Usut Dugaan Perampokan dan Pembunuhan di Pondok Gede

Kota Bekasi - Polisi menerjunkan anjing pelacak (K-9) untuk membantu pengungkapan kasus dugaan perampokan dan pembunuhan yang menewaskan EU (65) serta membuat istrinya, P (60), kritis di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.
Polisi menerjunkan anjing pelacak (K-9) untuk membantu pengungkapan kasus dugaan perampokan dan pembunuhan yang menewaskan EU (65) serta membuat istrinya, P (60), kritis di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi — Polisi menerjunkan anjing pelacak (K-9) untuk membantu pengungkapan kasus dugaan perampokan dan pembunuhan yang menewaskan EU (65) serta membuat istrinya, P (60), kritis di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, tim K-9 tiba sekitar pukul 14.49 WIB menggunakan kendaraan khusus bertuliskan Direktorat Kepolisian Satwa (Ditpolsatwa). Dua personel mendampingi anjing pelacak untuk menelusuri jejak dan mencari kemungkinan barang bukti tambahan di sekitar rumah korban.

Petugas bersama anjing pelacak sempat masuk ke dalam rumah. Di dalam, salah satu anggota kepolisian terlihat membawa sebuah dompet berwarna biru muda.

“Itu dompet isinya cuma kartu-kartu saja, seperti kartu asuransi milik korban,” ujar seorang warga sekitar, Samuel, di lokasi kejadian.

Dompet tersebut kemudian dibawa keluar rumah hingga melewati tembok pembatas perumahan. Anjing pelacak lalu bergerak menyusuri area luar dan mengarah ke kebun kosong di sekitar lokasi. Namun, anjing itu sempat berhenti di sebuah tempat usaha jasa cuci mobil sebelum akhirnya kembali ke titik awal di rumah korban.

Petugas pendamping anjing pelacak belum memberikan keterangan terkait hasil sementara penelusuran tersebut.

Hingga kini, kasus kematian EU masih dalam penyelidikan. Sementara istrinya, P, menjalani perawatan intensif di RS Mitra Keluarga dalam kondisi kritis.

Keduanya pertama kali ditemukan oleh anaknya saat hendak membangunkan sahur. EU ditemukan meninggal dunia di kamar tidur dengan luka parah di bagian belakang kepala. Sedangkan P tergeletak di lantai kamar dengan luka serius di bagian kepala.

Selain menelan korban jiwa, peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah barang milik korban dilaporkan hilang, di antaranya perhiasan emas dan dua kunci mobil yang diduga dibawa kabur pelaku.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan belum dapat menyimpulkan motif kejadian.

“Masih dalam lidik ya. Kami belum bisa menyimpulkan saat ini, masih dalam proses penyelidikan,” ujar Andi.

Polisi masih terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *