Kabupaten Bekasi – Tumpukan sampah liar dibiarkan menggunung di wilayah Desa Sukamahi, tepatnya di dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU). Ironisnya, lokasi tersebut tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi.
Kondisi itu dikeluhkan warga karena sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang jelas.
Salah seorang warga, Hendri, mengatakan tumpukan sampah tersebut sudah ada sekitar lima tahun terakhir. Padahal sebelumnya sempat dipasang spanduk larangan membuang sampah di lokasi tersebut.
“Tempat sampah tersebut ada sekitar lima tahun belakangan ini,” ujar Hendri, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, keberadaan sampah liar itu sangat mengganggu warga sekitar. Saat musim hujan dan angin kencang, sampah sering berserakan hingga ke halaman rumah warga dan menimbulkan bau tidak sedap.
“Kami berharap bisa ditutup sampah liar tersebut. Karena baunya sangat mengganggu,” katanya.
Pelaksana Tugas Camat Cikarang Pusat, Mamat Raharjo, mengakui masih adanya tumpukan sampah liar di wilayahnya. Ia menyebut keterbatasan layanan pengangkutan sampah menjadi salah satu penyebab persoalan tersebut belum tertangani maksimal.
Menurutnya, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa serta mendorong pengurus lingkungan untuk mengambil peran aktif dalam pengelolaan sampah.
“Kami telah mensosialisasikan supaya pihak RW aktif untuk membentuk bank sampah. Sehingga penumpukan sampah dapat dikendalikan melalui bank sampah,” jelasnya.
Sementara itu, Juru Bicara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengungkapkan produksi sampah di Kabupaten Bekasi mencapai sekitar 2.400 ton per hari. Namun kemampuan pelayanan pengangkutan masih terbatas.
Saat ini, kata dia, armada pengangkut sampah yang dimiliki pemerintah daerah hanya sekitar 200 truk. Padahal, berdasarkan hasil kajian, kebutuhan ideal mencapai sekitar 600 truk agar pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan maksimal.
“Kalau mengacu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, masalah sampah menjadi tanggung jawab bersama. Namun kami tetap berupaya memaksimalkan pelayanan di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah,” tandasnya.
Persoalan sampah di Kabupaten Bekasi sendiri menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Di tengah produksi sampah yang terus meningkat, keterbatasan armada dan fasilitas pengelolaan masih menjadi kendala utama dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












