Kota Bekasi – Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh di ruas Jalan Alinda, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, setelah jalanan menjadi licin akibat ceceran tanah merah dari proyek pengurukan. Tanah yang tercecer di badan jalan berubah menjadi lumpur setelah diguyur hujan.
Peristiwa tersebut terjadi sejak dini hari hingga pagi hari, Jumat (6/3/2026). Beberapa pengendara mengalami luka-luka serta kerusakan pada kendaraan mereka.
Pantauan di lokasi menunjukkan bekas ceceran tanah masih terlihat di sepanjang jalan. Sebagian sudah dibersihkan, namun sisa lumpur masih menempel di beberapa titik sehingga berpotensi membahayakan pengendara.
Pemotor Terjatuh Meski Berkendara Pelan
Salah satu korban, Echa (19), mengatakan dirinya terjatuh saat melintas di lokasi sekitar pukul 07.48 WIB bersama suaminya.
Ia mengaku sudah melaju dengan sangat pelan. Namun kondisi jalan yang licin membuat motor tetap tergelincir.
“Saya pun sudah hati-hati dan suami saya melaju dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam. Saya kaget tiba-tiba motor kepeleset karena jalannya sangat licin,” kata Echa.
Akibat kejadian tersebut, ia dan suaminya mengalami luka memar di bagian tulang ekor.
Menurut Echa, tidak hanya dirinya yang menjadi korban. Beberapa pengendara lain juga terlihat jatuh dalam waktu yang hampir bersamaan di lokasi yang sama.
“Banyak pengendara lain yang terjatuh juga. Selang satu menit setelah saya jatuh, ada lagi yang jatuh. Bahkan sebelum saya pun sudah ada pengendara yang terjatuh,” ujarnya.
Pemotor Jatuh Beruntun Sejak Dini Hari
Kesaksian serupa disampaikan oleh warga bernama Caca (36) yang melintas di lokasi sekitar pukul 01.30 WIB.
Ia mengaku melihat langsung beberapa pengendara motor jatuh beruntun hingga terseret di atas aspal.
“Ada motor Nmax melaju kencang lalu jatuh. Setelah itu motor Vario jatuh terseret, lalu tiga motor di belakangnya ikut jatuh. Ada yang sampai bodi motornya pecah dan pengendaranya luka-luka,” ungkapnya.
Tanah Berasal dari Proyek Pengurukan
Petugas dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yudi, membenarkan adanya pengendara yang terjatuh akibat kondisi jalan yang licin.
Menurutnya, ceceran tanah berasal dari aktivitas pengurukan yang dilakukan pada dini hari untuk pembangunan sekolah di sekitar lokasi.
“Terkait banyak pengemudi yang jatuh memang benar ada pengurukan. Informasi dari pelaksana, kegiatan itu dilakukan sekitar jam satu malam,” kata Yudi.
Ia menjelaskan sebenarnya terdapat pekerja yang bertugas membersihkan jalan. Namun karena hujan turun, tanah yang tercecer berubah menjadi lumpur dan menyebar di badan jalan.
“Memang ada pekerjanya untuk pembersihan jalan, tapi karena kondisi hujan jadi tanahnya tercecer dan licin,” ujarnya.
Jalan Dibersihkan, Proyek Diminta Berhenti Sementara
Setelah kejadian tersebut, pihak kecamatan bersama Satpol PP Kota Bekasi dan Dishub turun ke lokasi untuk memantau kondisi jalan.
Pembersihan jalan juga dilakukan dengan bantuan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi guna menyemprot dan menghilangkan sisa tanah yang masih menempel di pinggir jalan.
“Pelaksana proyek sudah menghubungi pemadam kebakaran untuk membersihkan sisa kotoran di pinggir jalan. Sekarang bagian tengah sudah bersih,” kata Yudi.
Selain itu, pihak pelaksana proyek juga diminta menghentikan sementara aktivitas pengurukan apabila cuaca kembali hujan.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.
“Sudah saya imbau kalau hujan pengurukan dihentikan dulu. Katanya hari ini sampai Minggu dihentikan sementara. Senin baru operasional lagi melihat kondisi cuaca,” jelasnya.
Meski sebagian jalan sudah dibersihkan, pengendara yang melintas di Jalan Alinda tetap diimbau berhati-hati karena masih terdapat sisa lumpur di beberapa titik yang berpotensi membuat jalan kembali licin.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













