Bekasi  

HUT ke-29 Kota Bekasi: Tri Adhianto Beri Panggung Bagi 14 Budayawan, Tegaskan Budaya Adalah Fondasi Pembangunan

Kota Bekasi - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto secara simbolik memberikan penghargaan lansgung kepada 14 pelaku seni budaya pada momen HUT ke-29 Kota Bekasi, Selasa (10/3/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto secara simbolik memberikan penghargaan lansgung kepada 14 pelaku seni budaya pada momen HUT ke-29 Kota Bekasi, Selasa (10/3/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Di tengah hiruk-pikuk modernisasi dan pembangunan fisik Kota Bekasi, nuansa tradisional yang kental menyeruak di lapangan upacara peringatan Hari Jadi Kota Bekasi ke-29, Selasa (10/3/2026).

Alih-alih hanya bicara soal beton dan infrastruktur, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto justru memilih momen sakral ini untuk memberikan penghormatan tertinggi bagi para penjaga gawang budaya Bekasi.

Sebanyak 14 seniman, budayawan, hingga sanggar tari menerima penghargaan langsung dari tangan Wali Kota. Langkah ini menjadi simbol bahwa di bawah kepemimpinan Tri, Kota Bekasi ingin tumbuh sebagai metropolitan yang tidak tercerabut dari akar budayanya.

Gema Nusa Patriot: Simbol Keberagaman

Upacara diawali dengan penampilan memukau dari Gema Nusa Patriot. Tarian ini bukan sekadar hiburan pembuka, melainkan narasi visual tentang bagaimana keberagaman etnis dan budaya di Bekasi bisa melebur menjadi satu kekuatan identitas: Kota Patriot.

Penghargaan tahun ini diberikan kepada barisan tokoh yang namanya sudah tidak asing di dunia seni Bekasi, mulai dari Alamsyah Pradja, Hj. Dini Irma Damayanthi, hingga Yustina Tri Nur Astuti dan kolega lainnya. Tak ketinggalan, Sanggar Tari Eka Budaya dan Gantari Gita Khatulistiwa juga naik podium sebagai representasi lembaga yang konsisten melahirkan bibit-bibit penari baru.

Refleksi 29 Tahun: Antara Bangga dan “Pekerjaan Rumah”

Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, Tri Adhianto tampil reflektif. Di usia yang hampir menyentuh tiga dekade, ia mengakui bahwa Bekasi telah bertransformasi luar biasa dari sekadar kota penyangga menjadi kota yang mandiri dan berdaya saing.

Namun, Tri tidak ingin jajarannya terbuai dalam euforia prestasi. Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan jauh lebih kompleks, mulai dari masalah lingkungan hingga integrasi sosial di tengah populasi yang terus meledak.

“Selama ini tentu sudah banyak pencapaian yang menjadi kebanggaan bersama. Namun ke depan masih ada berbagai pekerjaan yang perlu kita selesaikan bersama demi mewujudkan pembangunan Kota Bekasi yang lebih baik,” ujar Tri dengan nada rendah namun penuh penekanan.

Gotong Royong: Bahan Bakar Pembangunan

Wali Kota yang dikenal aktif berinteraksi dengan warga ini kembali menggaungkan semangat gotong royong. Baginya, pemerintah hanyalah fasilitator; penggerak utamanya adalah kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya masing-masing.

“Pembangunan kota akan berjalan lebih baik jika masyarakatnya memiliki semangat kebersamaan. Kami akan terus mendorong dan memfasilitasi keterlibatan masyarakat,” jelasnya.

Melalui pemberian penghargaan kepada para seniman ini, Tri seolah ingin mengirim pesan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari naiknya indeks ekonomi, tapi juga dari seberapa lestari nilai-nilai luhur dan seni budaya yang masih hidup di tengah masyarakatnya.

Di usia ke-29, Bekasi ingin membuktikan diri sebagai kota yang modern secara fisik, namun tetap santun secara budaya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *