Bekasi  

Kejar Target Rp700 Miliar, Realisasi Pajak Kota Bekasi Tembus Rp686 Miliar di Akhir Maret

Foto: Suasana penjualan pakaian di Pasar Tanah, Abang, Jakarta, Rabu 20/11/2024. Pemerintah memastikan untuk tetap menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen pada 2025. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Suasana penjualan pakaian di Pasar Tanah, Abang, Jakarta, Rabu 20/11/2024. Pemerintah memastikan untuk tetap menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen pada 2025. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kota Bekasi – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi tengah berpacu dengan waktu untuk menuntaskan target pendapatan sebesar Rp700 miliar hingga penutupan Maret 2026. Berdasarkan data terbaru per 26 Maret, realisasi penerimaan pajak daerah telah menyentuh angka Rp686 miliar.

Dengan selisih Rp14 miliar yang tersisa, Bapenda optimistis angka tersebut dapat terlampaui dalam hitungan hari sebelum memasuki bulan April.

Momentum Pasca-Lebaran Jadi Kunci

Kepala Bidang Pendapatan Bapenda Kota Bekasi, Hendrik Kurniawan, menyatakan bahwa momentum setelah hari raya biasanya menjadi periode produktif bagi penerimaan pajak, terutama dari sektor wajib pajak badan atau perusahaan.

“Biasanya setelah Lebaran, perusahaan mulai menuntaskan kewajiban pajaknya. Semoga sampai akhir bulan ini bisa tembus Rp700 miliar,” ujar Hendrik, Senin (30/3/2026).

Kondisi keuangan perusahaan yang dinilai lebih stabil pasca-penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) diharapkan mempercepat penyelesaian kewajiban perpajakan mereka.

Relaksasi PBB-P2 Masih Berlaku

Selain mengandalkan pajak badan, Bapenda juga terus mendorong partisipasi masyarakat melalui program relaksasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Program diskon ini masih akan berlangsung hingga akhir April 2026.

“Pelayanan tetap berjalan tanpa jeda setelah libur, dan kami terus dorong partisipasi masyarakat melalui program relaksasi yang ada,” tegas Hendrik.

Pendapatan untuk Pembangunan Kota

Hendrik menekankan bahwa pencapaian target ini bukan sekadar mengejar angka administratif. Dana yang terkumpul dari pajak daerah akan langsung dialokasikan untuk berbagai program pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik bagi warga Bekasi.

“Target ini bukan sekadar angka, tapi untuk mewujudkan kota yang nyaman dan masyarakat yang sejahtera,” pungkasnya.

Dengan tren positif yang terus merangkak naik, Bapenda Kota Bekasi yakin dapat menutup triwulan pertama tahun 2026 dengan hasil maksimal sebagai fondasi pembangunan di periode selanjutnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *