Bekasi  

Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Akibat Korsleting Listrik, 15 Unit Damkar Diterjunkan

Kota Bekasi – Kebakaran hebat yang melanda SPBE Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, diduga dipicu arus pendek listrik yang kemudian memicu ledakan gas dan kebakaran besar di area tersebut.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi Heriyanto menjelaskan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung mengerahkan tim ke lokasi.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menugaskan tim dan mengirimkan 12 unit kendaraan. Karena kondisi api cukup besar, kami juga meminta bantuan dari Kabupaten Bekasi sebanyak 3 unit, sehingga total sekitar 15 unit yang diturunkan,” ujarnya.

Hingga pukul 01.00 WIB, petugas berhasil mengendalikan api dan saat ini masih melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian.

“Api sudah bisa dipadamkan, tinggal satu titik yang merupakan sumber awal kebakaran karena katupnya belum bisa dibuka. Saat ini masih terus dilakukan pendinginan,” katanya.

Menurutnya, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik yang kemudian memicu ledakan gas dan meluas hingga area sekitar 2.000 meter persegi.

“Dugaan sementara adanya arus pendek listrik yang memicu ledakan gas, lalu api menyebar ke seluruh area,” jelasnya.

Saat kejadian, SPBE tersebut diketahui sedang dalam kondisi beroperasi, termasuk adanya aktivitas pengisian mobil tangki di dalam lokasi.

“Informasi yang kami terima, saat kejadian sedang beroperasi dan ada mobil tangki yang sedang melakukan pengisian,” ungkapnya.

Dalam proses pemadaman, pihaknya mengerahkan sekitar 100 personel gabungan, termasuk tim pendukung.

“Untuk personel, sekitar 12 regu kami turunkan, total kurang lebih 100 orang dengan tim pendukung,” katanya.

Ia mengakui proses pemadaman cukup sulit karena karakteristik kebakaran gas yang berisiko tinggi memicu ledakan susulan.

“Penanganan kebakaran gas seperti ini perlu metode khusus. Kami harus memetakan titik api agar tidak terjadi ledakan lanjutan,” ujarnya.

Petugas juga menggunakan metode khusus berupa pemadaman dengan busa (foam) atau cairan detergen untuk mempercepat proses pemadaman.

“Metode foam kami gunakan untuk mempercepat api padam,” tambahnya.

Lokasi SPBE yang berada di tengah permukiman padat turut menjadi perhatian serius. Sejumlah rumah warga dan kios di sekitar lokasi terdampak akibat kebakaran tersebut.

“Kalau dilihat, lokasi ini memang berada di lingkungan permukiman. Di belakang dan samping ada rumah warga,” katanya.

Untuk tingkat kerusakan, pihaknya menyebut bangunan SPBE mengalami kerusakan berat, bahkan nyaris total.

“Tingkat kerusakan hampir rusak berat atau hampir total,” ujarnya.

Meski demikian, petugas berhasil mengamankan tangki utama berisi gas elpiji dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan dampak lebih fatal jika ikut terbakar.

“Yang paling berbahaya itu tangki utama, isinya sekitar 50 ribu kilogram. Alhamdulillah itu berhasil diamankan,” pungkasnya.

Hingga kini, jumlah rumah dan bangunan yang terdampak masih dalam proses pendataan, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *