Bekasi  

Tim Labfor Polri Olah TKP Ledakan SPBE Cimuning, Polisi Fokus Periksa Saksi dan Evakuasi Korban

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menyatakan bahwa proses penyelidikan kini memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi kunci guna merangkai kronologi awal munculnya api.

Kota Bekasi - Tim Labfor Polri olah TKP penyelidikan ledakan SPBE Cimuning Bekasi
Tim Labfor Polri olah TKP penyelidikan ledakan SPBE Cimuning Bekasi, Kamis (2/4/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Aparat kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota terus bergerak mendalami penyebab pasti ledakan dahsyat yang menghanguskan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri telah diterjunkan ke titik nol kejadian di Jalan Cinyosog untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menyatakan bahwa proses penyelidikan kini memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi kunci guna merangkai kronologi awal munculnya api.

“Untuk saksi-saksi sudah dilakukan pemeriksaan. Dari tim forensik juga sudah datang untuk melakukan pengecekan mendalam di lokasi,” ujar Kusumo, Kamis (2/4/2026).

Koordinasi Warga Terdampak di Satu Titik

Selain fokus pada aspek hukum, polisi juga melakukan langkah persuasif dengan mengumpulkan warga yang rumahnya rusak akibat ledakan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah koordinasi pendataan bantuan serta pemberian pemahaman terkait penanganan pascakejadian.

“Kami kumpulkan warga terdampak di satu tempat supaya mudah berkoordinasi. Kami juga memberikan bantuan untuk sedikit meringankan beban mereka,” katanya.

Update Korban: 17 Orang Dirawat, Satu Kondisi Kritis

Hingga saat ini, data resmi kepolisian mencatat sebanyak 17 orang masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi. Mayoritas korban menderita luka bakar serius di atas 50 persen.

Kusumo mengungkapkan bahwa di antara para korban terdapat seorang ibu dan balita. Kabar baiknya, sang balita dilaporkan dalam kondisi stabil dan tidak mengalami luka bakar fisik. Namun, terdapat satu korban dewasa yang saat ini kondisinya masih sangat kritis.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Bakal Sisir Kelayakan SPBE di Tengah Pemukiman Pasca Ledakan Dahsyat Cimuning

“Dari data sementara, ada 17 orang yang dirawat. Memang sebagian mengalami luka bakar cukup serius, bahkan ada satu korban yang kondisinya cukup kritis,” ungkap Kapolres.

Pengelola SPBE Akan Segera Dipanggil

Terkait dugaan adanya unsur kelalaian atau kebocoran teknis, Kusumo menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak ingin berspekulasi sebelum hasil dari Tim Labfor keluar. Namun, ia memastikan akan memanggil pihak pengelola SPBE Cimuning dalam waktu dekat.

Pemeriksaan pengelola akan dilakukan setelah polisi merampungkan keterangan dari para saksi di lapangan dan hasil olah TKP sudah tersedia secara objektif.

“Untuk penyebabnya masih dalam proses penyidikan. Kita fokus dulu kepada keselamatan jiwa para korban. Setelah itu, baru kita melangkah ke proses hukum berikutnya,” pungkasnya tegas.

Saat ini, lokasi SPBE masih dipasangi garis polisi (police line) dan tertutup bagi warga umum guna menjaga keaslian bukti-bukti di lapangan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *