Kota Bekasi – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Anton, menyatakan akan mengambil langkah tegas terkait insiden ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Mustikajaya.
Anton menegaskan bahwa pihaknya siap merekomendasikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk menutup permanen operasional SPBE tersebut jika dalam proses audit ditemukan pelanggaran aturan yang fatal.
“Kami lihat nanti uji aspek daripada sertifikasi layak fungsinya dan SLO-nya (Sertifikat Laik Operasi) kita juga tinjau. Kalau ada bermasalah, mungkin langsung kita rekomendasikan tutup,” tegas Anton, Minggu (5/4/2026).
Soroti Jarak SPBE dengan Pemukiman Warga
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan DPRD adalah lokasi SPBE yang dinilai terlalu dekat dengan area pemukiman padat penduduk. Hal ini dianggap sangat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat sekitar, sebagaimana terbukti pada insiden Rabu (1/4/2026) lalu.
Saat ini, DPRD tengah melakukan pengecekan mendalam terkait seluruh dokumen perizinan yang dimiliki SPBE Cimuning. Selain itu, Anton mengungkapkan bahwa peninjauan serupa juga akan dilakukan terhadap sejumlah SPBE lain yang beroperasi di wilayah Kota Bekasi.
Baca Juga: Data Terbaru Ledakan SPBE Cimuning: 22 Korban Luka, 47 KK Terdampak
“Jadi kami akan evaluasi seluruhnya yang berdekatan dengan warga. Artinya, aspek safety ini mutlak perlu dilaksanakan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelasnya.
Penyaluran Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak
Sambil menunggu proses evaluasi teknis berjalan, Anton bersama Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, turun langsung ke lokasi pada Sabtu (4/4/2026) kemarin untuk meringankan beban para korban.
Keduanya menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada 47 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak ledakan. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendasar warga yang sebagian rumahnya mengalami kerusakan fisik.
Evaluasi Menyeluruh SPBE se-Kota Bekasi
Anton berharap dalam waktu dekat pihaknya sudah mengantongi data lengkap mengenai jumlah dan titik koordinat seluruh SPBE di Kota Bekasi. Data ini akan menjadi basis evaluasi untuk memastikan tidak ada lagi industri berisiko tinggi yang mengabaikan standar keselamatan lingkungan.
“Mudah-mudahan segera kita peroleh datanya. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi di kemudian hari. Keselamatan warga Bekasi adalah prioritas utama,” tutup Anton.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












