Bekasi  

Pengusaha Tenda di Cibitung Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Perampokan Sadis

Penemuan ini bermula dari kecurigaan pegawai usaha tenda milik korban dan warga sekitar yang merasa janggal karena tidak ada respons dari dalam rumah sejak pagi hari.

Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi

Kabupaten Bekasi – Warga Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pengusaha tenda berinisial Eem (60) dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya, Kamis (9/4/2026). Korban ditemukan terkapar bersimbah darah dengan luka serius di bagian kepala.

Penemuan ini bermula dari kecurigaan pegawai usaha tenda milik korban dan warga sekitar yang merasa janggal karena tidak ada respons dari dalam rumah sejak pagi hari.

Pintu Didobrak: Korban Tergeletak di Ruang Tengah

Ketua RW 20, Aming (55), menceritakan detik-detik mencekam saat warga memutuskan untuk membongkar paksa pintu rumah korban. Kecurigaan muncul karena rumah tersebut nampak sunyi tanpa aktivitas seperti biasanya.

“Awalnya enggak ada orang, pas dibuka paksa kondisi sudah terkapar di ruang tengah. Saya lihat ada luka di bagian kepala,” ungkap Aming di lokasi kejadian.

Baca Juga: Geger! Karyawan Ayam Geprek di Mega Regency Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik

Berdasarkan kesaksian Aming, korban dikenal sebagai sosok yang tertutup dan tinggal seorang diri di rumah tersebut. Meski sempat bertemu sehari sebelum kejadian, Aming mengaku tidak melihat adanya gelagat atau tamu yang mencurigakan.

Dugaan Waktu Kejadian dan Hilangnya Perhiasan

Pihak keluarga menduga aksi keji ini terjadi pada saat lingkungan sekitar sedang sepi. “Bisa jadi malam, sekitar jam 3 atau 4 subuh,” tambah Aming.

Senada dengan hal tersebut, ipar korban, Rohman (47), menyebutkan bahwa pintu rumah ditemukan terkunci dari dalam. Setelah mendapat izin dari anak korban, pintu akhirnya didobrak dan mereka mendapati pemandangan yang memilukan.

Meski anak-anak korban tergolong sukses—di antaranya menjabat sebagai Kasubag Koperasi di Pemda Bekasi dan seorang guru di Tambelang—korban memang bersikeras untuk tinggal mandiri dan tidak ingin diganggu.

Terkait motif, muncul dugaan kuat adanya unsur pencurian dengan kekerasan. “Katanya ada kalung yang hilang, tapi saya belum tahu pasti,” ujar Rohman.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *