Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memberikan perhatian serius terhadap dugaan kekerasan yang menimpa seorang siswa di lingkungan Alexandria Islamic School.
Perhatian dan langkah cepat tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, usai menerima kedatangan orang tua korban di Kantor Pemkot Bekasi.
Tri Adhianto menegaskan bahwa institusi pendidikan harus senantiasa menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk menimba ilmu, bukan justru memunculkan rasa takut.
“Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar dan merasa aman. Ketika ada anak yang mengalami kejadian seperti ini, tentu kita prihatin. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak, bukan tempat yang membuat mereka takut,” ujar Tri Adhianto, Senin (29/9/2026).
Sebagai bentuk respons cepat, Tri Adhianto telah menginstruksikan jajaran terkait di lingkungan Pemkot Bekasi untuk mengambil langkah taktis:
Dinas Pendidikan Kota Bekasi, diminta melakukan pendalaman secara objektif guna mengetahui secara utuh duduk persoalan yang terjadi di lingkungan asrama sekolah tersebut.
Sementara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) ditugaskan untuk memberikan pendampingan intensif, khususnya guna memulihkan dan menjaga kondisi psikologis anak yang menjadi korban.
Meski pihak sekolah sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa insiden tersebut merupakan kesalahpahaman berujung perkelahian spontan—bukan perundungan (bullying)—serta telah berupaya melakukan mediasi, Pemkot Bekasi memastikan proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian harus tetap dihormati.
“Kita perlu melihat persoalannya secara utuh. Kita hormati proses hukum dan tidak mengambil kesimpulan lebih dulu. Yang penting bagi kita, persoalannya terang, anak mendapatkan perlindungan dan pendampingan,” tegas Tri.
Evaluasi Pengawasan dan Komitmen Ruang Belajar yang Aman
Tri berharap insiden ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi seluruh institusi pendidikan di Kota Bekasi untuk memperkuat sistem pengawasan, perlindungan anak, serta pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah maupun asrama.
“Karena itu pendampingan psikologis penting. Harapan kita, persoalan ini segera mendapat titik terang dan ke depan tidak ada lagi yang menjadi korban bullying khususnya di Kota Bekasi,” tambahnya.
Tri menekankan bahwa mewujudkan lingkungan pendidikan yang steril dari kekerasan merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan pemerintah, pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat luas demi masa depan generasi muda Kota Bekasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

