Bekasi  

Kadisnaker Sebut Program Sertifikat PIRT Menumbuhkan Wirausaha Baru

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Bekasi, Ika Indah Yarti menyambut positif kegiatan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Bekasi, melaksanakan pembinaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) berkelanjutan gerakan 500 sertifikat produksi industri rumah tangga (PIRT).

Hadir di gelombang ketiga pada Selasa 22 Februari 2022, Ika menyebut kegiatan ini membantu program pemerintah membuka lapangan pekerjaan melalui hadirnya wirausaha baru.

“Di tengah kesulitan masa pandemi seperti sekarang, upaya Kadin membantu pelaku UMKM mendapatkan SPIRT otomatis menumbuhkan perekonomian sehingga membuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Di sisi lain, pada kesempatan yang sama, Ketua Kadin, HM Gunawan menambahkan,  para peserta nantinya akan mendapat pendampingan sertifikasi halal dan sejumlah pelatihan kemasan dan lainnya.

Menariknya, lanjut Gunawan, setelah peserta mendapat SPIRT dan sertifikat halal, mereka dimungkinkan untuk mendapat pinjaman tanpa bunga Rp10 juta. “Mau gak, dapat pinjaman tanpa bunga,” seru Gunawan yang kompak dijawab mau.

Sementara Ketua Panitia acara, Aji U Ali Sabana berharap kegiatan ini menjadi bukti kepedulian Kadin terhadap pelaku UMKM agar mampu meningkatkan usahanya.

“Karena dengan memenuhi kewajiban memiliki SPIRT dan sertifikat halal, produk mereka bisa dipasarkan di berbagai pasar swalayan dan waralaba,” jelasnya.

Bukan itu saja, kelebihan lain keikutsertaan kegiatan ini diperkuat keterangan anggota TWUP4, Benny Tunggul. Salah satunya, pelaku usaha bisa go internasional memasarkan produknya.

“Sekarang dari kegiatan ini, sudah ada pemasaran sampai ke Turki. Kedepan kita mengupayakan ke negara-negara lain,” pungkasnya.

Sebagai informasi, program Kadin yang bekerjasama dengan PT Srikandi Global Sejahtera (SGS) ini sudah tiga kali dilaksanakan. Pada gelombang pertama, peserta hanya 36 peserta, Kedua sebanyak 44 peserta dan kali ini 57 peserta.

Direktur Utama PT SGS, Fenny S Rizal mengaku target 500 peserta sejatinya bisa diselesaikan dalam waktu cepat. Hanya saja, kondisi pandemi menjadi pertimbangan jumlah peserta. “Yang daftar aslinya membludak, cuma kita batasi,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *