Bekasi  

Empat Kali Jadi Korban Maling Motor, Pedagang Ayam di Bekasi Kecewa Kasus Tak Pernah Terungkap 

Kota Bekasi - Abdurrahman, warga Kayuringin Jaya yang menjadi korban curanmor menunjukkan surat kendaraannya yang hilang, Senin (3/11/2025). Foto: Septian/Gobekasi.id.
Abdurrahman, warga Kayuringin Jaya yang menjadi korban curanmor menunjukkan surat kendaraannya yang hilang, Senin (3/11/2025). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi — Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di kawasan Pasar Bambu Kuning, Perumnas Dua, Kayuringin, Kota Bekasi. Kali ini, sepeda motor milik seorang pedagang ayam bernama Abdurrahman raib digondol maling saat terparkir di depan rumah, Minggu (2/11/2025) sekitar pukul 02.40 WIB.

Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV, menunjukkan pelaku beraksi seorang diri hanya dalam waktu kurang dari lima menit,

Dalam rekaman, pelaku tampak datang dengan berjalan kaki sambil mengenakan jaket hitam. Ia sempat mondar-mandir di depan rumah korban untuk memastikan situasi sekitar dalam keadaan sepi sebelum akhirnya mendorong motor sport berwarna merah keluar dari lokasi.

“Biasa kita naro motor di luar karena sempit di dalam, nah kemarin itu kita lupa kunci stang. Pas dilihat pagi-pagi sudah hilang,” ujar Abdurrahman, Senin (3/11/2025).

Baca Juga: Polisi Tangkap Sindikat Curanmor, Empat Pelaku Satu Keluarga 

Korban mengatakan, dari rekaman CCTV, pelaku hanya satu orang dan beraksi saat kondisi sekitar sepi.

“Kondisi sepi, gak sampai lima menit motor sudah dibawa,” katanya.

Abdurrahman mengaku, pencurian ini bukan yang pertama kali dialaminya. Ia sudah empat kali kehilangan sepeda motor di lokasi yang sama.

“Ini keempat kali. Beat dua, satu Revo, yang terakhir Vixion,” ujarnya.

Meski tiga kasus sebelumnya sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, ia mengaku belum ada perkembangan berarti hingga kini. Karena kecewa, pencurian yang terakhir kali terjadi ini bahkan tidak lagi ia laporkan.

“Ini kita kalau lapor polisi gak ada gunanya. Yang tiga kita laporkan, nah yang terakhir kita gak laporan, gak ada perkembangan juga. Cuman kan yang seperti itu kan dalam ruangan tertutup ya, seharusnya polisi kan gampang melacaknya. Tapi pada kenyataannya setiap kita laporan, polisi selalu gagal. Nah itu yang jadi pertanyaan kita, polisi kerjanya ngapain aja,” keluhnya.

Ia menilai, kasus pencurian kendaraan di wilayah Kayuringin kian marak dan berharap aparat bisa lebih sigap menangani setiap laporan warga.

Baca Juga: Modus Ngamen, Dua Pelaku Curanmor di Bekasi Dibekuk Polisi Saat Beraksi

“Pencurian kalau di Kayuringin ini termasuk yang paling banyak. Kita bisa lihat di medsos, di mana-mana banyak. Namanya perumahan, di depan juga diportal, tapi namanya maling gak tahu lewat mana,” ujarnya.

Abdurrahman berharap polisi dapat meningkatkan kinerja dan benar-benar menindaklanjuti setiap laporan pencurian yang terjadi di wilayah permukiman warga.

“Sebenarnya gak perlu patroli, misalkan kayak waktu kejadian Beat saya itu kan lapor langsung, dalam kondisi tertutup dan ada portal. Tinggal dicek aja polisi, tapi kenyataannya tindak lanjutnya gak ada, cuma formalitas aja,” pungkasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Penulis: SeptianEditor: M.Y Ardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *