Kota Bekasi – Rencana Pemerintah Kota Bekasi untuk menyewa 72 unit mobil listrik pada 2026 senilai Rp12,9 miliar mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Bekasi, Nawal Husni. Ia menilai kebijakan tersebut tidak tepat untuk direalisasikan dalam kondisi kota saat ini.
Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (13/11)/2025, Nawal menyampaikan penolakannya secara tegas. Menurut dia, pemerintah daerah perlu mengutamakan pengadaan sarana kebersihan, bukan kendaraan dinas baru.
“Saya kira kurang tepat untuk saat ini melakukan pembelian atau sewa mobil listrik,” ujarnya.
Nawal menekankan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi Kota Bekasi saat ini adalah perbaikan sarana penunjang kebersihan, termasuk armada pengangkut sampah yang dinilainya sudah tidak memadai.
Baca Juga: Tri Adhianto Klaim Sewa Mobil Listrik untuk Pejabat Bekasi Lebih Hemat Rp22 Miliar
“Kami menolak pembelian mobil dinas apa pun sebelum mobil-mobil penunjang kebersihan, seperti bak sampah, dibeli terlebih dahulu,” kata dia.
Ia juga mempertanyakan urgensi penyewaan mobil listrik di tengah persoalan sampah yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, tanpa penguatan armada dan infrastruktur kebersihan, pembahasan mengenai pengelolaan sampah—termasuk pembentukan pansus—akan kehilangan makna.
“Untuk apa dipansuskan tentang sampah kalau kita tidak fokus pada perangkat kebersihan,” ujarnya.
Nawal meminta Pemkot Bekasi meninjau ulang rencana tersebut dan memprioritaskan penanganan sampah yang disebutnya sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.
“Sampah sudah sangat berbahaya bagi Kota Bekasi. Karena itu, penyewaan atau pembelian mobil listrik sebagai mobil dinas sangat tidak tepat untuk saat ini,” kata dia.\
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Advertorial)












