Kota Bekasi — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menurunkan alat pemantau kualitas udara untuk mengungkap sumber debu hitam yang selama tiga pekan terakhir dikeluhkan warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria.
Pemasangan alat Air Quality Monitoring System (AQMS) portable ini dilakukan selama tujuh hari penuh di permukiman warga untuk mengumpulkan data akurat terkait kualitas udara dan arah pergerakan polutan.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, memastikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari investigasi menyeluruh yang sudah dimulai sejak awal November.
“AQMS portable kami tempatkan selama tujuh hari berturut-turut. Dari data kualitas udara harian dan arah angin dominan, kami bisa melakukan permodelan untuk mengetahui perusahaan mana yang paling berkontribusi terhadap pencemaran,” kata Kiswatiningsih, Kamis (20/11/2025).
Sebelumnya, DLH telah memeriksa salah satu perusahaan makanan pada 12 November 2025.
Baca Juga: ‘Hujan’ Debu Hitam Selimuti Medan Satria, Warga Bekasi Resah Tiga Minggu
Dalam pemeriksaan itu, perusahaan mengakui terjadi gangguan atau kondisi luar biasa pada cerobong produksinya.
Usai pengakuan tersebut, perusahaan langsung dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat DLH.
Selain itu, DLH juga melakukan pengecekan lapangan di tiga titik yang menjadi lokasi aduan warga, serta melaksanakan uji emisi dan kualitas udara selama 24 jam pada 13–14 November 2025.
“Pengujian udara 24 jam dilakukan di rumah warga dan dua usaha di sekitar lokasi tersebut. Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar 14 hari setelah pengambilan sampel,” ujarnya.
Dengan kombinasi hasil uji laboratorium dan rekaman data AQMS, DLH akan memiliki dasar ilmiah untuk menentukan sumber emisi debu hitam secara akurat.
“Setelah seluruh tahapan uji selesai, kami dapat menetapkan perusahaan yang menjadi sumber pencemaran dan akan menindak sesuai ketentuan perundangan yang berlaku,” tegas Kiswatiningsih.
Sebelumnya, warga di Kelurahan Pejuang selama tiga pekan mengeluhkan debu hitam yang menempel di lantai rumah, kendaraan, pakaian, hingga perabotan.
Keluhan kesehatan seperti batuk, iritasi, dan sesak napas mulai dirasakan sebagian warga.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












