Bekasi — Di dalam gerbong yang melaju dari Stasiun Purwakarta menuju Stasiun Gambir, para pemimpin daerah di Jawa Barat duduk satu rangkaian.
Untuk pertama kalinya, penandatanganan kesepakatan besar dilakukan di atas rel, seolah menjadi simbol arah pembangunan: bergerak, terkoneksi, dan terintegrasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama seluruh bupati dan wali kota se-provinsi ini menegaskan komitmen kemitraan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memperkuat transportasi publik berbasis rel. Wakil Menteri Perhubungan turut menyaksikan momentum tersebut, menjadikannya bagian penting dari peta besar mobilitas masa depan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan proyek, tetapi reformasi mobilitas publik.
“Kami bersama kepala daerah se-Jawa Barat berkomitmen dengan PT KAI untuk mengembangkan beberapa layanan strategis. Mohon doa dan dukungan masyarakat karena ini akan bermanfaat bagi warga Jawa Barat,” kata Dedi.
Lima Proyek Strategis, Satu Arah Perubahan
Dalam kesepakatan ini, setidaknya lima proyek berbasis rel masuk dalam prioritas:
- Jakalalana, kereta pariwisata lintas Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur
- Penyediaan kereta logistik untuk hasil pertanian dan perdagangan rute Jakarta–Cirebon serta Jakarta–Banjar
- Pengembangan kereta listrik Padalarang–Cicalengka
- Peningkatan jalur Nambo–Citayam
- Kereta Kilat Pajajaran: Bandung–Gambir 1,5 jam, dan kelak ditargetkan hanya 1 jam
Di balik daftar itu, terdapat gagasan untuk mendorong pemerataan pusat ekonomi baru—Bandung Raya, Cirebon Raya, hingga Karawang–Bekasi yang didorong menjadi metropolitan masa depan.
Tuntutan Urban: Bekasi Siap Menyambut
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menilai integrasi layanan rel sebagai kebutuhan mendesak masyarakat penyangga ibu kota.
“Ini akan memperlancar mobilitas warga Bekasi menuju Jakarta maupun lintas wilayah lainnya. Integrasi transportasi adalah kebutuhan urban hari ini,” ujarnya.
Bekasi, dengan ribuan komuter setiap hari, akan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak dari peningkatan konektivitas ini.
Ambisi dan Realitas Pendanaan
Di balik optimisme, pembiayaan proyek infrastruktur rel selama ini selalu menjadi titik krusial. Dedi mengakui realisasi proyek akan bertumpu pada dukungan pendanaan lintas pemerintah dan kolaborasi dengan sektor swasta.
“Mohon doa agar Pemda Jawa Barat berjodoh dengan PT KAI untuk memenuhi seluruh cita-cita besar ini,” tutupnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












