Bekasi  

Misteri Kematian Terapis SPA di Bekasi Terkuak

Sejak jenazah ditemukan pada Rabu malam, 7 Januari, kepolisian bergerak cepat melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mengirim jenazah korban untuk autopsi. Sedikitnya 11 orang dimintai keterangan.

Kota Bekasi - Profile terapis SPA berinisial SM (23) yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. Foto: Dok.Media Sosial Korban
Profile terapis SPA berinisial SM (23) yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. Foto: Dok.Media Sosial Korban

Kota Bekasi – Misteri kematian seorang perempuan terapis SPA berinisial SM (23) yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, akhirnya menemui titik terang. Kepolisian memastikan SM bukan meninggal karena sebab alami, melainkan akibat tindakan kekerasan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengungkapkan proses pengungkapan dilakukan dalam waktu kurang dari empat hari sejak mayat korban ditemukan dalam kamar kos nomor 08, Jalan Letnan Arsyad, Bekasi Selatan.

“Dalam waktu empat kali 24 jam, Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota bersama Unit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya telah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan,” kata Braiel kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Penyelidikan Berlapis dan Temuan Forensik

Sejak jenazah ditemukan pada Rabu malam, 7 Januari, kepolisian bergerak cepat melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mengirim jenazah korban untuk autopsi. Sedikitnya 11 orang dimintai keterangan.

Namun temuan kunci justru datang dari meja forensik. “Hasil autopsi menyatakan korban meninggal akibat kerusakan pada cincin tenggorokan yang disebabkan oleh kekerasan benda tumpul,” kata Braiel.

Keterangan itu menutup dugaan awal yang sempat menyebut korban mungkin keracunan atau bunuh diri karena ditemukannya botol cairan pembersih toilet di sekitar tubuh korban.

Temuan autopsi sekaligus memperkuat kesimpulan penyidik bahwa SM meninggal akibat perbuatan orang lain. Rekonstruksi ulang kondisi kamar juga menguatkan dugaan adanya perlawanan ataupun pembekapan pada bagian leher korban.

Jejak Pelarian Pelaku

Serangkaian fakta lapangan mengarah pada seorang pria berinisial AH (29). Saat korban ditemukan, AH sudah tidak lagi berada di Bekasi. Polisi kemudian menelusuri pergerakan pelaku dan menemukan petunjuk bahwa ia melarikan diri ke Provinsi Banten.

Pada Minggu malam, unit gabungan menangkap AH di Kabupaten Lebak.
“Terduga pelaku kami amankan di wilayah Kabupaten Lebak, Banten, setelah yang bersangkutan dalam pelarian,” ujar Braiel.

Penangkapan di luar wilayah TKP membuka pertanyaan soal motif dan hubungan pelaku dengan korban.

Hingga Senin siang, penyidik belum mengungkap apakah pembunuhan dilakukan karena motif ekonomi, hubungan personal, atau motif lainnya.

Motif Masih Ditutup, Peran Pelaku Diselidiki

Saat ini, AH menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. Polisi berjanji mengungkap detail motif, hubungan antara pelaku dan korban, serta rekonstruksi utuh kejadian.

Pendalaman juga dilakukan atas kemungkinan adanya upaya penghilangan jejak atau manipulasi TKP, mengingat posisi barang-barang di kamar kos serta keberadaan cairan pembersih toilet di dekat tubuh korban.

Kepolisian menyatakan proses penyidikan masih berlanjut dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain jika ditemukan peran tambahan dalam kasus ini.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Septian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *