Bekasi  

Banjir Kembali Rendam Jatibening Permai, Air Capai 120 Sentimeter dan Lumpuhkan Aktivitas Warga

Banjir di Perumahan Jatibening. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Banjir di Perumahan Jatibening. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Banjir kembali merendam Perumahan Jatibening Permai, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hari.

Genangan air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 10.00 WIB dan terus bertahan hingga siang.

Salah seorang warga, Bintang, mengatakan hujan yang turun sejak pagi sempat reda beberapa kali. Namun intensitas hujan yang kembali tinggi membuat air dari kali meluap dan masuk ke jalan serta permukiman.

“Air dari kali tumpah ke jalan. Sekarang ketinggiannya hampir selutut orang dewasa, bahkan makin ke dalam kompleks airnya makin tinggi,” ujar Bintang.

Menurutnya, di beberapa titik bagian dalam kompleks, ketinggian air diperkirakan mencapai 110 hingga 120 sentimeter. Kondisi ini dipengaruhi oleh kontur jalan yang menurun ke arah dalam perumahan.

“Semakin ke dalam jalanannya makin turun, jadi airnya ikut naik,” katanya.

Banjir di Perumahan Jatibening Permai bukan kali pertama terjadi. Bintang mengungkapkan, kawasan tersebut telah menjadi langganan banjir sejak tahun 2005.

Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk beradaptasi, mulai dari meninggikan rumah hingga melakukan pengecoran jalan secara swadaya.

“Beberapa warga akhirnya berdamai dengan keadaan. Ada yang ninggiin rumah, ada yang cor jalan sendiri, tapi ternyata belum cukup membantu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama banjir adalah saluran air yang tersumbat endapan lumpur dan sampah. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir dengan cepat dan genangan muncul hanya dalam waktu singkat.

“Hujan 30 sampai 45 menit saja, air sudah langsung naik,” jelasnya.

Selain itu, meski posisi perumahan relatif lebih tinggi dari aliran kali, debit air yang besar membuat sungai meluap. Pompa air yang tersedia, termasuk bantuan dari Balai Besar, dinilai belum mampu mengatasi volume air yang tinggi.

“Pompa sebenarnya ada, tapi penampungannya sudah penuh. Jadi dipompa juga tidak terlalu berpengaruh,” katanya.

Bintang menambahkan, lokasi perumahan berada di wilayah hilir sehingga kerap menerima banjir kiriman dari kawasan perumahan lain di bagian atas.

Banjir kali ini juga berdampak pada aktivitas warga. Karena terjadi pada hari kerja, banyak warga terpaksa menunda aktivitas dan tidak berangkat kerja. Kendaraan roda dua dan roda empat pun dipindahkan ke luar kompleks untuk menghindari terendam banjir.

“Banyak yang akhirnya nitip mobil dan motor di luar. Ada juga yang ambil cuti karena tidak bisa keluar,” ujarnya.

Di Perumahan Jatibening Permai, terdapat sekitar 350 kepala keluarga yang terdampak kondisi tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera turun tangan melakukan penanganan menyeluruh agar banjir tidak terus berulang.

“Kami berharap ada bantuan dari Pemkot atau Pemda, juga pihak-pihak terkait, termasuk yang mengurus saluran air dan Jasa Marga. Mungkin bisa dilakukan pelebaran saluran atau kerja bakti membersihkan endapan lumpur dan sampah,” pungkasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Septian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *