Bekasi  

Bencana Hidrometeorologi di Bekasi, 21 Ribu Warga Terdampak dan Nomor Darurat Diaktifkan

Kabupaten Bekasi - PMI Kabupaten Bekasi membantu evakuasi korban banjir. Foto: Ist
PMI Kabupaten Bekasi membantu evakuasi korban banjir. Foto: Ist

Kabupaten Bekasi — Wilayah Bekasi kembali terdampak banjir setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Jabodetabek sejak awal pekan. Genangan air merembet ke permukiman dan sejumlah ruas jalan hingga menghambat mobilitas warga.

Laporan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya pada Jumat dini hari menyebutkan genangan terjadi di Jalan Pengasinan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu. Pada pukul 00.30 WIB, genangan juga muncul di Jalan Jatimulya yang mengarah ke Setu dan Bantar Gebang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas bervariasi pada 23–24 Januari 2026. Sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami hujan lebat.

Situasi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rendah dan sepanjang aliran sungai.

21.260 Warga Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melaporkan 21.260 warga terdampak bencana hidrometeorologi pada Kamis, 22 Januari 2026.

“Sebanyak 31 desa terdampak tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Bencana hidrometeorologi ini sebagian besar berupa banjir dengan tinggi muka air yang bervariasi di setiap titik, serta terjadi tanah longsor di satu desa,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, dalam keterangannya.

BPBD saat ini masih melakukan pendataan, evakuasi, asesmen, serta penyaluran bantuan kepada warga. “Kami memberikan imbauan kepada warga serta melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Dodi.

Aktivasi Nomor Darurat

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kabupaten Bekasi meminta warga menyimpan nomor layanan darurat yang dapat dihubungi selama 24 jam, antara lain:

BPBD Kabupaten Bekasi: 081219071900

Basarnas: 081803115115

PSC Kabupaten Bekasi: 08111139927

PMI Kabupaten Bekasi: 0895376676777

BPBD menyatakan layanan tersebut mencakup permintaan evakuasi, laporan kondisi lapangan, distribusi logistik, hingga kebutuhan medis awal.

Konteks Lebih Luas

Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipicu kondisi atmosfer dan siklus air ekstrem. Fenomena ini mencakup banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga gelombang tinggi. Bencana jenis ini menjadi ancaman paling dominan di Indonesia, mencakup sekitar 99 persen dari total kejadian bencana pada 2025.

Hingga Jumat siang, belum ada laporan korban jiwa. Pemerintah daerah masih memantau perkembangan debit air di beberapa sungai, termasuk sistem drainase di kawasan permukiman padat.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Syafira Y.M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *