Bekasi  

Pembangunan PSEL di Bekasi Selesai Maret 2026, Target Ubah Sampah Jadi Listrik dalam Dua Tahun

Kota Bekasi -Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, turun ke lapangan bersama Tri Adhianto dalam aksi bersih-bersih kawasan Jalan Juanda hingga Pasar Baru, Bekasi Timur, Sabtu (14/2/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, turun ke lapangan bersama Tri Adhianto dalam aksi bersih-bersih kawasan Jalan Juanda hingga Pasar Baru, Bekasi Timur, Sabtu (14/2/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi bersiap memulai proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Groundbreaking dijadwalkan berlangsung Maret 2026, dengan target konstruksi rampung dalam dua tahun.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut Bekasi termasuk empat daerah pertama yang mengimplementasikan pengolahan sampah berbasis energi listrik. “Rencananya dilakukan groundbreaking pada bulan Maret mendatang,” kata Hanif di Bekasi, Sabtu (14/2/2026).

Lahan dan Akses Disiapkan

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan pembebasan lahan seluas 5 hektare untuk proyek tersebut dituntaskan tahun ini. Tambahan 1,1 hektare di sekitar lokasi akan dibebaskan pada 2027.

“Yang 1,1 hektare tahun depan. Ke depannya, lokasi ini bukan hanya tempat sampah, tapi kita siapkan menjadi hutan kota. Kami pastikan teknologinya adaptif terhadap lingkungan,” ujar Tri.

Selain lahan, akses menuju lokasi PSEL juga dipersiapkan. Pemerintah Kota Bekasi mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk pembangunan jalan akses kendaraan menuju fasilitas tersebut. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai Juli atau Agustus 2026.

“Insyaallah bulan Juli atau Agustus sudah mulai proses fisik jalannya. Kami menganggarkan sekitar 10 miliar rupiah untuk pembangunan jalan akses kendaraan menuju lokasi PSEL,” kata Tri.

Menjawab Krisis Daya Tampung

PSEL digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah yang terus membebani kota penyangga Jakarta itu. Dengan teknologi pengolahan termal, sampah akan dikonversi menjadi energi listrik sekaligus mengurangi volume residu yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.

Pemerintah kota menargetkan proyek ini tak sekadar menjadi fasilitas pengolahan, melainkan juga bagian dari penataan kawasan—mengintegrasikan fungsi lingkungan melalui rencana pengembangan ruang terbuka hijau di sekitarnya.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Bekasi akan menjadi salah satu kota pelopor implementasi PSEL di Indonesia—sebuah langkah yang menandai pergeseran dari pola kumpul-angkut-buang menuju pengelolaan sampah berbasis energi dan keberlanjutan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Shyna S.V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *