Bekasi  

1.400 Ton Sampah per Hari, Wali Kota Bekasi Desak Warga Stop Buang Sampah ke Sungai

Kota Bekasi - Pembersihan sampah di Kali Kapuk. Foto: Gobekasi.id
Pembersihan sampah di Kali Kapuk. Foto: Gobekasi.id

Kota Bekasi — Persoalan sampah di Kota Bekasi kembali menjadi sorotan. Di tengah produksi sampah yang mencapai 1.400 ton per hari, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama penyelesaian persoalan klasik tersebut.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, secara tegas meminta warga untuk tidak lagi membuang sampah ke saluran air maupun sungai. Menurutnya, kebiasaan tersebut bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga menciptakan inefisiensi dalam sistem pengelolaan sampah kota.

“Masyarakat itu jangan suka membuang sampah sembarangan seperti di saluran air atau sungai. Sudah taruh saja di tempatnya, nanti biar kami yang angkut, jadi tidak kerja dua kali kita,” ujar Tri, Selasa (17/2/2026).

Beban Kerja Ganda dan Risiko Banjir

Tri menjelaskan, ketika sampah dibuang ke sungai, petugas kebersihan harus lebih dulu mengangkatnya dari aliran air sebelum akhirnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Artinya, ada tambahan waktu, tenaga, dan biaya operasional yang seharusnya bisa dihindari.

Lebih dari itu, sampah di saluran air berpotensi menyumbat drainase dan meningkatkan risiko banjir, terutama saat musim hujan. Kota Bekasi yang memiliki sejumlah titik rawan genangan dinilai akan semakin terbebani jika perilaku buang sampah sembarangan tidak dihentikan.

Tambahan 50 Armada, Cukupkah?

Untuk mengoptimalkan layanan, Pemkot Bekasi menyiapkan penambahan 50 unit armada pengangkut sampah melalui APBD 2026. Sebanyak 25 unit dialokasikan dalam anggaran murni, dan 25 unit lainnya direncanakan dalam anggaran perubahan.

Dengan tambahan armada tersebut, pemerintah optimistis seluruh 1.400 ton sampah harian dapat terangkut ke TPA tanpa tersisa.

Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga menegaskan bahwa persoalan sampah tidak semata soal armada dan anggaran. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, peningkatan kapasitas pengangkutan bisa kembali terbebani.

Perubahan Perilaku Jadi Penentu

Tri menekankan bahwa pemerintah telah menyediakan tempat penampungan sampah yang akan diangkut secara berkala. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya.

“Kalau kita sama-sama sadar, kota ini bisa lebih bersih dan nyaman,” kata dia.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan 1.400 ton sampah per hari bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kolektif warga Kota Bekasi.

Ke depan, efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada dua hal: konsistensi pemerintah dalam meningkatkan layanan dan komitmen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya sendiri.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Shyna S.V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *