Bekasi  

Perempuan Alami Dugaan Catcalling Berulang di Kawasan Vida Bekasi

Kota Bekasi - Para terduga pelaku yang melakukan pelecehan verbal atau catcalling kepada Anjani, saat berjalan santai di kawasan Vida, Kota Bekasi, Rabu (18/2/2026). Foto: Doc.korban
Para terduga pelaku yang melakukan pelecehan verbal atau catcalling kepada Anjani, saat berjalan santai di kawasan Vida, Kota Bekasi, Rabu (18/2/2026). Foto: Doc.korban

Kota Bekasi — Seorang perempuan bernama Anjani mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal atau catcalling saat berjalan santai di kawasan Vida, Kota Bekasi, Rabu (18/2/2026). Peristiwa itu disebut terjadi berulang kali dalam satu waktu oleh sekelompok pria yang berjumlah lebih dari tujuh orang.

Menurut keterangan Anjani, insiden bermula ketika ia bersama rekannya melintas di putaran pertama kawasan tersebut. Saat itu, sekelompok orang memanggilnya dengan ucapan bernada menggoda.

“Ada yang memanggil, ‘Neng, neng, kiw kiw,’ dan hampir seluruh orang di lokasi ikut memanggil,” ujar Anjani dalam keterangannya kepada gobekasi.

Pada putaran kedua, kelompok yang sama kembali melontarkan panggilan serupa disertai ajakan berfoto. Ucapan seperti “Neng, gemoy, hayu kita foto berdua” kembali terdengar. Tindakan tersebut berlanjut hingga putaran ketiga dan keempat.

Direkam Karena Merasa Tidak Nyaman

Memasuki putaran kelima, Anjani mengaku merasa semakin tidak nyaman. Ia kemudian menyampaikan kepada temannya bahwa akan merekam kejadian tersebut apabila para pelaku kembali memanggilnya.

Saat kelompok tersebut kembali melontarkan panggilan, Anjani mulai merekam dari jarak jauh dan menegur mereka secara lisan. Namun, menurutnya, salah satu terduga pelaku justru bersikap seolah tidak bersalah ketika mengetahui dirinya direkam.

Anjani juga menjelaskan bahwa video yang direkam tampak goyang karena dirinya dalam kondisi gemetar saat mendokumentasikan kejadian tersebut.

Catcalling dan Dampaknya

Catcalling merupakan bentuk pelecehan verbal di ruang publik yang kerap dianggap sepele, namun dapat menimbulkan rasa takut, tidak aman, dan terintimidasi bagi korban.

Praktik ini menjadi perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya ruang aman bagi perempuan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat setempat terkait laporan atas peristiwa tersebut. Korban berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat lebih menghormati batasan serta kenyamanan orang lain di ruang publik.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Adinda Fitria Yasmin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *