Kota Bekasi — Memasuki hari ke-2 Ramadhan 1447 Hijriah pada Jumat (20/02/2026), denyut kehidupan di Kota Bekasi kembali bergerak dalam ritme khas bulan suci.
Aktivitas warga dimulai lebih dini, alarm berbunyi sebelum fajar, dapur-dapur rumah menyala, dan masjid mulai dipadati sejak waktu Subuh.
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang kedisiplinan waktu. Karena itu, mengetahui jadwal imsak dan berbuka puasa menjadi hal mendasar agar ibadah berjalan tepat dan tertib.
Berdasarkan data resmi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Bekasi:
Jumat, 20 Februari 2026 (2 Ramadhan 1447 H)
- Imsak: 04.31 WIB
- Subuh: 04.41 WIB
- Terbit: 05.54 WIB
- Dhuha: 06.22 WIB
- Zuhur: 12.09 WIB
- Ashar: 15.19 WIB
- Maghrib (Buka Puasa): 18.17 WIB
- Isya: 19.27 WIB
Pemerintah sebelumnya telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama bersama organisasi masyarakat Islam.
Niat: Pondasi Ibadah
Di balik jadwal yang presisi, ada satu hal mendasar yang menentukan sah atau tidaknya puasa: niat.
Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa Ramadhan wajib dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Hal ini ditegaskan oleh ulama besar mazhab Syafi’i, Imam Nawawi, dalam kitab Majmu’, bahwa puasa Ramadhan tidak sah tanpa niat yang dilakukan pada malam harinya.
Lafal niat puasa Ramadhan sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Agama adalah:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri ramadhaana hadzihis sanati lillaahi ta’aalaa.”
Artinya:
“Aku berniat puasa untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah Swt.”
Di sinilah esensi Ramadhan dimulai — dari kesadaran dan keteguhan hati, bukan semata rutinitas.
Sahur dan Energi Spiritual
Meski tidak memengaruhi keabsahan puasa, sahur memiliki nilai keberkahan tersendiri. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:
“Bersahurlah, karena di dalamnya ada keberkahan.”
Keberkahan itu tidak hanya dalam bentuk kekuatan fisik menjalani aktivitas seharian, tetapi juga dimensi spiritual — mengikuti sunnah, melatih disiplin, serta memperbarui niat sebelum memasuki waktu Subuh.
Bagi warga Kota Bekasi yang tetap beraktivitas normal di tengah puasa — bekerja, bersekolah, hingga berdagang — sahur menjadi fondasi energi untuk menjalani hari dengan produktif.
Ramadhan dan Ritme Kota
Di kota penyangga ibu kota seperti Bekasi, Ramadhan menghadirkan dinamika tersendiri. Lalu lintas cenderung berubah pola, pusat kuliner mulai ramai menjelang Maghrib, dan masjid-masjid semakin hidup saat malam tiba.
Namun di atas semua itu, Ramadhan adalah momentum pembenahan diri. Jadwal imsakiyah bukan hanya pengingat waktu makan dan berbuka, tetapi pengingat bahwa setiap detik di bulan suci memiliki nilai ibadah.
Hari ke-2 ini mungkin masih terasa sebagai proses adaptasi. Namun jika dijalani dengan niat yang lurus, disiplin waktu, dan semangat menjaga kualitas ibadah, Ramadhan di Kota Bekasi bukan sekadar rutinitas tahunan — melainkan perjalanan spiritual yang bermakna.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












